by

Gandeng Singapura, Pemkab Banyuwangi Kembangkan Pulau Tabuhan Jadi Pariwisata Kelas Dunia

DimensiNews.co.id, BANYUWANGI- Pemkab Banyuwangi bekerjasama dengan perusahaan asal Singapura EBD Paragon untuk mengembangkan Pulau Wisata Tabuhan menjadi objek wisata berkelas dunia.  Resort-resort unik yang berbasis pada kearifan lokal juga akan dibangun di lokasi wisata ini.

“Mitra yang akan mengembangkan Pulau Wisata Tabuhan juga mendapat kesempatan dari pemerintah pusat untuk memperkuat akomodasi pariwisata di berbagai daerah di Tanah Air, seperti Mandalika dan Labuan Bajo,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Guntur Priambodo di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (16/1).

Diketahui, perusahaan EBD Paragon juga sebelumnya dipercaya menjadi salah satu pengembang kawasan wisata Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah (NTB) dan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat (NTT).

Pulau Tabuhan yang akan dikembangkan menjadi objek wisata ini merupakan pulau kecil tak berpenghuni di perairan Selat Bali dan masuk dalam wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Menurut Guntur, pengembangan Pulau Tabuhan dilakukan untuk semakin meningkatkan kualitas objek yang ada di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu. Pengembangan wisata dari perusahaan yang sudah bereputasi internasional dan memiliki jejaring luas dengan wisatawan global itu, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan untuk menggerakkan ekonomi lokal.

“Apalagi ada kesepahaman bahwa tenaga kerja lokal akan menjadi prioritas, serta ada langkah untuk memberdayakan kelompok wisata Banyuwangi untuk terlibat dalam mata rantai pelayanan berbagai jasa pariwisata mereka,” ujarnya.

Lanjutnya lagi, pengembangan Pulau Tabuhan dengan menggandeng pelaku pariwisata internasional ini dilakukan karena pengelolaan pulau berpasir putih itu memerlukan biaya besar, seperti sarana air bersih, listrik hingga restorasi terumbu karang yang mati.

Meski demikian, Guntur memastikan tetap menyediakan akses publik untuk masyarakat umum yang berlokasi di Selat Bali tersebut.

“Akses publik tetap disediakan. Jadi tidak benar bahwa nanti masyarakat umum tidak bisa masuk ke Pulau Tabuhan,” ucapnya.

Selain itu, pengelolaan Pulau Tabuhan juga sebagai upaya Pemkab Banyuwangi untuk menyelamatkan luasan pulau yang semakin berkurang akibat abrasi. Luasan Pulau Tabuhan saat ini hanya sekitar 5,3 hektare, padahal pada tahun 2001 luasan pulau tersebut seluas 7 hektare.

“Pihak pengelola harus bisa mengelola pulau tersebut secara profesional, dan salah satunya didorong untuk membangun infrastruktur yang berfungsi untuk menghambat adanya abrasi,” katanya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed