LSM GPPB Desak Walikota Tangerang Ganti Camat Ciledug Arogan

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, TANGERANG- Walikota Tangerang Arief R Wismansyah didesak untuk mengganti camat Ciledug H. Syarifudin Harjawinata atas ulahnya memarahi relawan yang membantu korban banjir beberapa waktu lalu.

Umar Atmaja Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Peduli Bangsa menuturkan, walikota sebagai kepanjangan tangan dari masyarakat harus dapat lebih tegas dan bijak dalam menyikapi persoalan tersebut.

Menurutnya walikota tidak cukup dengan meminta maaf melalui sosial media, akan tetapi lebih ke arah pembinaan agar kedepan tidak lagi ada aparatur yang merasa congkak dan arogan dengan jabatan yang saat ini tengah disandangnya.

“Mereka itu pelayan masyarakat, digaji dari pajak yang kita bayarkan, yang harus digarisbawahi adalah camat bukan raja yang bisa bebas mengumbar arogansinya dan kecongkakannya,” ungkapnya.

Ia menilai, selain menyakiti perasaan masyarakat, ulah dari camat yang baru dilantik beberapa bulan tersebut disinyalir sarat dengan pencitraan yang dinilai menjijikkan.

BACA JUGA :   Cemari Lingkungan Limbah Pabrik Kardus Ini Resahkan Warga Pegadungan

“Yang namanya bencana itu warga mana mau tau itu pejabat atau siapa, siapa yang sigap itu yang bener, bukan dagang pencintraan dengan datang ke tempat banjir puta poto ditengah banjir setelah itu kirim ke pak walikota,” kata Umar geram.

Ia menambahkan, dugaan pencitraan yang dilakukan oleh Syarifudin saat bencana banjir terjadi hampir disetiap kesempatan. Hal tersebut terungkap berdasarkan pantauan langsung selama dirinya berada di lokasi banjir yang sempat viral tersebut.

“Jadi saya ada di lokasi saat banjir, saya melihat camat itu mau turun banjir-banjiran saat ada pak wali dan pak wakil, setelah rombongan pergi, dia ikutan ngilang,” jelasnya.

Ia menuding, dugaan pencitraan yang dilakukan oleh Camat Ciledug adalah satu dari sekian banyak upaya dalam menjilat pimpinan tertinggi di Kota Tangerang.

“Sudahlah semua juga tau mana yang benar-benar pekerja keras dan mana yang pekerja cerdas yang bisanya hanya menjilat,” tegas Umar, Rabu (8/1/20).

BACA JUGA :   10 Partai Pengusung Siap Bersatu Menangkan Tatu-Panji di Pilkada 2020

Untuk diketahui, Rajab Priadi relawan yang dimarahi Camat Ciledug menjelaskan awal mula bagaimana dia bisa terlibat dalam proses evakuasi banjir di kawasan Perum Wisma Tajur, Ciledug. Kerterlibatan Rajab bermula ketika dirinya ingin melihat keadaan orangtua di kediaman saudaranya di kawasan Wisma Tajur pada Rabu (1/1).

Namun, saat dia tiba ke lokasi pada pukul 22.00 WIB, dia justru mendapati bahwa wilayah tersebut sudah terendam banjir.

Banyak warga yang sibuk menyelamatkan diri dan keluarga sendiri, demikian Rajab mendeskripsikan situasi yang menyambutnya kala itu.

Saat itulah, hatinya terketuk untuk mengkoordinir proses evakuasi warga yang terkena banjir. Dia melakukan hal tersebut berdasarkan insiatif pribadi.

“Di sana chaos, tidak ada satu komando lah. Jadi masing-masing mementingkan keluarga masing-masing saja. Akhirnya saya inisiatif, saya ambil semua data yang terkumpul, saya sobek, saya buat data baru,” kata Rajab

BACA JUGA :   Lakukan Ilegal Driling, Prabowo dan Susilo Ditangkap Polres Sarolangun

Proses evakuasi pun berjalan dari pukul 22.00 WIB hingga keesokan harinya. Pada Kamis (2/1/2020) itu lah dia bertemu dengan Camat Ciledug H. Syarifudin.

Rajab pun sempat meminta bantuan kepada Syarifudin, yakni berupa alat pengeras suara agar mempermudah proses evakuasi. Camat sempat menanggapi permintaan Rajab dengan baik.

“Saya sempat ngobrol sama pak camat, iya saya sempat minta pengeras suara tapi enggak minta senter,” ucap Rajab.

Namun, beberapa menit setelahnya, Syarifudin justru memarahi Rajab, bahkan dia tidak tahu mengapa camat sampai mengomelinya.

“Enggak tahu, Saya tidak ingat lagi kalimatnya apa,” kata Rajab.

Rajab mengaku tidak memperdulikan omelan Syarifudin dan terus melakukan proses evakuasi.

“Sampai detik ini saya enggak punya dendam pribadi sama pak camat. Saya tetap lanjut bantu proses evakuasi sampai sore. Baru saya pulang ke rumah orangtua saya,” ucap dia. (Dul)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses