Jaga Lingkungan Sehat, Pemkab Tubaba Berikan Sertifikat Desa ODF

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, TUBABA- Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat mendeklarasikan OPEN DEFECATION FREE/ODF (Stop buang air besar sembarangan) di Aula Rapat Pemda setempat, Kamis (12/19).

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati Tulang Bawang Barat Fauzi Hasan, Tim Verifikasi Provinsi Lampung, Kapolres Tubaba, Staf Ahli Bupati, Asisten, Camat, Kepala OPD, Kepala Desa, Babinsa dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Fauzi Hasan mengatakan Pemkab Tulang Bawang Barat terus berusaha keras mensosialisasikan program ODF di semua desa.

“Sampai sekarang ini di Kabupaten Tulang Bawang Barat telah mampu mendeklarasikan atau meng-ODF-kan desa di Kabupaten Tulang Bawang Barat sebanyak 23 desa dari 103 desa. Sehingga sisa desa yang belum ODF sejumlah 35 Tiyuh yang rencananya dideklarasikan pada Tahun 2020 Kabupaten Tulang Bawang Barat bisa mencapai Kabupaten yang ODF,” katanya.

BACA JUGA :   Bupati Sukabumi : ASN Harus Bisa Beradaptasi Dengan Perubahan dan Bisa Memberi Solusi

Jelasnya lagi, sosialisasi ODF ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Perlu diketahui Open Defecation Free (ODF) merupakan salah satu pilar dari lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), yang kegiatannya terus diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam rangka merubah perilaku buang air besar sembarangan menuju perilaku hidup bersih dan sehat,” ucapnya.

Fauzi Hasan pun berharap program ini membuka wawasan masyarakat agar hidup lebih sehat.

“Agar kiranya program ini dapat dijadikan salah satu penekanan dalam penyelenggaraan pembangunan desa, yaitu mewujudkan pembangunan desa yang berwawasan kesehatan, yang salah satu wujud nyatanya berupa program desa ‘Stop Buang Air Besar Sembarangan’,” imbuhnya.

Dilanjutkan penyerahan berita acara verifikasi Desa ODF oleh Ketua Tim Verifikasi Provinsi Lampung Agus Setyo Widodo kepada Wakil Bupati Tulang Bawang Barat Fauzi Hasan menyerahkan berita acara verifikasi dan sertifikat Desa ODF kepada Camat se-Kabupaten Tulang Bawang Barat, selanjutnya pengucapan deklarasi Desa ODF oleh tim STBM Desa.

BACA JUGA :   Bupati Sarolangun Hurmin Terima Bantuan CSR PT SAM Untuk Bantuan Bagi Korban Bencana

Dalam penyerahan acara verifikasi Agus Setyo Widodo menjelaskan, “Open Defecation Free (ODF) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini. Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban (sehat) harus mencapai 100% pada seluruh komunitas. Keadaan ini kemudian lebih dikenal dengan istilah Open Defecation Free (ODF).”

“Sedangkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang selanjutnya disebut sebagai STBM adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Komunitas merupakan kelompok masyarakat yang berinteraksi secara sosial berdasarkan kesamaan kebutuhan dan nilai-nilai untuk meraih tujuan, ” jelasnya.

BACA JUGA :   Vaksinasi Membumi Anak - Anak Usia 6 -11 Tahun, Digelar Di TK Bhayangkari

“Dengan Program STBM tersebut pendekatan utamanya adalah tingkat rumah tangga secara kolektif. Untuk menjalankan itu semua harus digerakkan dan disinergikan melalui 3 komponen pendekatan yaitu menciptakan Kebutuhan (Demand Creation), Ketersediaan Pasokan (Supply Improvement), Lingkungan yang Mendukung (Enabling Environment). Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI, Nomor 3 Tahun 2014 dan PERBUP Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 44 Tahun 2018 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Dengan momentum ini diharapkan bisa menjadi pemicu bagi desa lainnya di Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk bisa segera mewujudkan gerakan program Stop Buang Air Besar Sembarangan secara keseluruhan,” jelasnya. (Can)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses