DimensiNews.co.id, LHOKSEUMAWE- Ratusan warga yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL) melakukan aksi unjuk rasa di PT. Perta Arun Gas (PAG) Lhokseumawe, dalam aksi tersebut berakhir ricuh, Senin (9/12).
Dalam aksi itu, massa IKBAL menuntut hak ulayat masyarakat adat dengan Otonomi Khusus (Otsus) serta memberikan konsesi kepada warga Blang Lancang, Kecamatan Muara Satu, karena selama ini belum bisa mensejahterakan warga yang berdomisili di kawasan PT. PAG.
Dari awal aksi unjuk rasa yang dikawal oleh aparat kepolisian dari Polres Lhokseumawe dan petugas security perusahaan itu terlihat masih kondusif serta para orator berorasi secara bergantian untuk menyampaikan pendapatnya.
Namun aksi itu mulai memanas dikarenakan massa ingin memasuki areal perusahaan, namun tidak diberi izin sehingga mereka mulai merusak pagar serta membakar ban.
Melihat massa sudah tidak bisa dikendalikan, maka aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa. Dan para massa pun membalas polisi dengan melempar dengan botol air mineral.
Setelah melakukan negosiasi dan pendekatan dengan para demonstran, akhirnya kegiatan bisa dibubarkan dengan tertib.
Koordinator IKBAL, Tri Juwanda, kepada wartawan di lokasi mengatakan, aksi ini dilakukan guna untuk menggugah pemerintah dan perusahaan agar lebih pro kepada rakyat yang berdomisili di kawasan provitnas itu.
“Kami memimta kepada Presiden RI Joko Widodo dan Komut Pertamina Basuki Tjahaya Purnama untuk segera mencabut konsesi PT.PAG, PT. PHR dan PT. BAS serta untuk segera membersihkan mafia migas di perusahaan itu,” tegasnya.
Pihaknya juga meminta kepada pemerintah untuk segera membentuk staf khusus presiden yang mengawasi dana Otsus Aceh dan Papua.
Dan berdasarkan UU No 11 Tahun 2006 seharusnya masyarakat Aceh umumnya harus sejahtera, namun yang terjadi justru melimpahnya gas dan minyak yang dikeruk di bumi Aceh tapi masyarakat banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan. (Halim)
















