by

Misteri Jejak Kaki Si Kabayan di Gunung Rumpin Bogor

DimensiNews.co.id BOGOR – Terletak di Kampung Sawah, Rumpin, Bogor, Gunung Munara tidak seperti gunung pada umumnya dan mungkin malah lebih cocok dinamakan bukit. Karena ketinggian puncaknya hanyalah sekitar 30 meter di atas permukaan laut.

Meski begitu, Gunung ini ternyata menyimpan banyak misteri dan juga petilasan atau peninggalan sejarah, mulai dari keberadaan petilasan Si Kabayan, Batu Belah, Istal Kuda, dan sejumlah situs keramat yang sarat misteri. Dan inilah beragam misteri yang menyelimuti Gunung Munara, Bogor.

1. Petilasan Si Kabayan

Di balik keindahan pemandangannya, konon Gunung Munara dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai tempat bertapanya Si Kabayan. Yaitu seorang tokoh cerita rakyat legandaris asal tanah Pasundan yang lucu tapi pemalas, namun anehnya sangat cerdik dan banyak akal.

Meski masih simpang siur, namun jejak peninggalan sejarah Si Kabayan di Gunung Munara, ditandai dengan keberadaan jejak telapak kaki kiri besar yang konon dipercaya masyarakat sekitar sebagai telapak kaki Si Kabayan.

“Ukuran jejak kaki ini dikatakan raksasa, karena memiliki panjang lebih dari 120 centimeter dan lebar 30 centimeter. Masyarakat percaya ini tapak kaki kiri si Kabayan. Tapak sebelah kanannya ada di Sukamanik,” ungkap Syaifudin, kuncen Gunung Munara.

2. Goa Soekarno

Selain petilasan Si Kabayan, di jalur pendakian Gunung Munara juga terdapat goa, yang lagi-lagi menurut cerita masyarakat sekitar, merupakan goa pertapaan Presiden Indonesia pertama, Ir Soekarno. Masih menurut cerita, goa tersebut menjadi salah satu tempat menyepi Soekarno saat merumuskan kemerdekaan.

Sayangnya, letak goa ini tidak terlihat secara keberadaanya dari jalur pendakian umum, karena letaknya yang berada di antara celah batu besar.

Pintu masuk goa petilasan Soekarno juga tidak begitu besar, sehingga untuk masuk harus dengan posisi jongkok. Meski hawa di dalam doa sangat sejuk, namun aroma mistis juga kuat menyembul dari dalam goa tersebut.

Beberapa peziarah bahkan mengaku sempat melihat kemunculan mahlkuk astral, yang menyerupai sosok sang proklamator tersebut.

3. Gadogan Kuda dan Istal Kuda Sultan Hasanuddin

Tak hanya jejak peninggalan sejarah Si Kabayan dan Soekerno, Gunung Munara juga menyimpan cerita terkait jejak Sultan Maulana Hasanuddin Banten bin Syekh Syarief Hidayatullah. Menurut cerita, Sultan Hasanuddin pernah mampir di Gunung Munara, di tengah perjalanannya dari Cirebon sebelum sampai di Banten.

Di petilasan Sultan Hasanuddin terdapat situs keramat berupa sebuah goa. Goa itu dinamakan Gadokan Kuda yang artinya tempat untuk mengikat kuda, serta terdapat pula tapak tongkat Sultan Hasanuddin yang berada tepat di atas goa.

“Konon, sejumlah pendaki sempat melihat keberadaan mahluk-mahluk astral di sekitaran gadogan kuda yang menyerupai siluman kuda berkepala manusia, namun berbadan kuda. Sementara di pohon beringin yang terdapat di sebelah Gadogan Kuda, acap terlihat sosk siluman kera putih yang menjaga harta karun,” kata Syaifudin

4. Batu Adzan

Masih terkait jejak peninggalan sejarah Sultan Hasanuddin, selain sempat menetap, beliau juga berwduhu serta bermunajat di atas batu serta mengumandangkan azan, yang kala itu kabarnya terdengar hingga se-antero Jawa Barat.

Di atas batu yang berdekatan dengan goa tempatnya bertapa itu, Sang Sultan kabarnnya beberapa kali mengumandangkan adzan. Tak heran, jika batu adzan ini juga menjadi lokasi yang acap didatangi oleh para peziarah. Sosok yang menyerupai Sultan Hasanuddin, abarnya juga acap muncul di lokasi mistis ini. (DN)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed