70 Persen Petani di Indonesia Berusia 48 tahun ke Atas, Bagaimana kondisi kaum Milenial saat ini?

  • Bagikan
Sekretaris Deputi Pemberdayaan Pemuda, Kemenpora RI, Drs. Zainul Aminil ,M.PD.,M.SI dalam Seminar Nasional Dies Natalis I di POLBANGTAN Malang

DimensiNews.co.id, MALANG – Dilihat dari sisi geografis wilayah Indonesia, sebagian meliputi areal lahan pertanian. Namun, dari besarnya lahan itu ternyata, 70 persen petaninya berusia 48 tahun ke atas.

Hal ini, disampaikan oleh Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN) Malang, Dr. Bambang Sudarmanto S.Pt, MP, bahwa realita jumlah presentase itu ditunjukkan dari data statistik yang ada.

“Untuk saat ini, si Kementerian Pertanian RI sedang digalakkan adanya regenerasi petani,” kata dia, Selsa (8/10/2019) siang, saat Seminar Nasional Dies Natalis I di POLBANGTAN Malang.

Dengan kondisi tersebut, menurut Bambang, bahwa para milenial angkatan muda harus mau berperan. “Siapa lagi yang akan menggantikan?” Tanya dia.

Untuk itu, dia memiliki keyakinan, dengan munculnya para milenial akan masuk inovasi yang menuju teknologi modern di bidang pertanian.

BACA JUGA :   Launching Mendaka Mawar Desa Layanan Adminitrasi Kependudukan Cepat dan Mudah

“Saya yakin, rekan-rekan milenial ini mau berperan, oleh karena itu, terus kita kembangkan inovasi hntuk memodernnisasi pertanian kita ini,” jela dia.

“Kita harus mengubah, bahwa selama ini pertanian kita ini tradisional kurang teknologi, maka sebagai penerus kita harus membawa pertanian kita yang inovatif dengan inovasi, selain modern juga kami harap untuk para petani kita adalah sifatnya aplokatif atau terapan,” pungkas Bambang.

Direktur POLBANGTAN Malang, Dr. Bambang Sudarmanto S.Pt, MP

Terkait dengan milenial atau angkatan muda, Sekretaris Deputi Pemberdayaan Pemuda, Kemenpora RI, Drs. Zainul Aminil ,M.PD.,M.SI, menjelaskan bahwa saat ini sebenarnya di Indonesia suah memasuki bonus demografi.

“Sejak 2012 yang lalu, sebenarnya kita sudah memasuki bonus demografi, ini ditandai dengan jumlah anak-anak muda yang lebih dari 50 persen,” terang dia.

BACA JUGA :   Mahasiswa UGM Pasang Pendeteksi Banjir di Limun

Oleh sebab itu, menurut dia, dengan kondisi kenaikan jumlah anak muda itu, semua pihak harus menanggapi secara bijak. “Untuk saat ini, fakta dan data menunjukkan jumlah usia produktif sangat banyak, hampir mendekati 61,75 persen,” ujar dia.

Sementara, ditambahkan olehnya, permasalahan yang dialami pemuda itu sebenarnya sangat banyak mulai dari pengangguran, narkotika, rendahnya rasa nasionalisme, pengaruh budaya asing, kesenjangan prioritas pendidikan, dan belum optimalnya peran organisasi lembaga pemuda.

“Yang jelas, dari data yang ada sebanyak 7 juta pemuda penganggur, banyak yang memilih sebagai pekerja buruh dan karyawan. Ini yang harus kita tanggapi secara bijak,” tegas dia. (Put)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses