SUKABUMI- Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi. Langkah ini dinilai krusial dalam menjaga stabilitas kehidupan masyarakat, terutama untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau, dan aman dikonsumsi.
Kepala DKP Kabupaten Sukabumi, Gatot Sugiharti, menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga mencakup sistem pengelolaan yang menyeluruh dan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
“Ketahanan pangan harus dibangun dari hulu ke hilir. Semua aspek harus berjalan seimbang agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Lima Pilar Ketahanan Pangan
Dalam upaya memperkuat sistem pangan daerah, DKP Kabupaten Sukabumi merumuskan lima pilar utama sebagai fondasi ketahanan pangan.
Pertama, ketersediaan pangan.
Produksi pangan harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, keberadaan cadangan pangan pemerintah juga menjadi faktor penting sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi darurat.
Kedua, akses pangan.
Masyarakat harus memiliki kemudahan dalam memperoleh pangan, baik dari sisi harga yang terjangkau maupun distribusi yang merata hingga ke wilayah terpencil.
Ketiga, pemanfaatan pangan.
Konsumsi pangan perlu memperhatikan nilai gizi, keamanan, dan keseimbangan, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Keempat, stabilitas pangan.
Pasokan dan harga pangan harus tetap terjaga serta tidak mudah terganggu oleh faktor eksternal seperti perubahan musim, bencana alam, maupun dinamika ekonomi.
Kelima, keamanan pangan.
Pangan yang beredar di masyarakat harus terbebas dari zat berbahaya agar aman dikonsumsi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Peran Masyarakat Jadi Penentu
Lebih lanjut, Gatot menekankan bahwa keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Partisipasi aktif masyarakat juga menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan sistem pangan.
“Kesadaran bersama dalam mengelola dan memanfaatkan pangan menjadi kunci agar ketahanan pangan bisa terjaga secara berkelanjutan,” katanya.
Dengan penguatan lima pilar tersebut, DKP Kabupaten Sukabumi optimistis mampu membangun sistem ketahanan pangan yang tangguh. Upaya ini diharapkan tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi.*(Asep)
















