Gresik — Tradisi tahunan Sedekah Bumi Dusun Laban Kulon, Kecamatan Menganti, bakal kembali digelar meriah tahun ini. Dengan mengusung tema “Dengan Menjunjung Tinggi Toleransi, Gaya Hidup yang Seimbang, Kita Wujudkan Kesejahteraan yang Merata”, rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, 28–30 November 2025.
Sejumlah pertunjukan budaya, kirab gunungan hasil bumi, parade kostum, hingga kesenian tradisional telah dipersiapkan panitia untuk menarik ribuan pengunjung dari berbagai wilayah.
Rangkaian Acara Sedekah Bumi
Pada Jumat (28/11/2025), kegiatan diawali dengan check sound di masing-masing lingkungan RT mulai pukul 19.00–22.00 WIB.
Puncaknya jatuh pada Sabtu (29/11/2025) melalui Kirab Budaya dan Carnaval Sound yang bakal digelar mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai, menempuh rute dari Greenland menuju LCP.
Kirab akan menampilkan ragam kesenian, kelompok masyarakat, serta ikon gunungan hasil bumi yang selalu menjadi pusat perhatian warga.
Acara berlanjut pada Minggu (30/11/2025) dengan paduan suara, pembagian hadiah, serta penampilan Kesenian Ludruk Budhi Wijaya sebagai penutup.
Rekayasa Lalu Lintas Selama Kirab
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia bersama kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik. Pengguna jalan diminta menghindari jalur utama Jalan Raya Laban–Menganti, terutama pada Sabtu malam ketika kirab berlangsung.
Kendaraan dari arah Krian – Menganti – Gresik menuju Surabaya disarankan beralih ke rute alternatif seperti Jl. Driyorejo (Tol), Hulaan, Kepatihan, Benowo, hingga Made.
Kanitlantas Polsek Menganti, Iptu Abdul Kholiq, menegaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan pengamanan dan pengaturan arus.
“Hari ini ada cek sound, untuk giat besok karnaval budaya di Laban estimasi jam 22.00 selesai,” terangnya.
Pihaknya berharap masyarakat bisa menyesuaikan waktu perjalanan dan mendukung kelancaran tradisi yang sudah mengakar kuat di Dusun Laban Kulon tersebut.
Tradisi Sedekah Bumi menjadi momentum warga untuk bersyukur atas hasil bumi, mempererat silaturahmi, dan merawat kekayaan budaya lokal yang terus hidup di tengah perkembangan zaman. {By}















