by

Modus Denda Akumulatif, Diduga Adira Finance Cabang Sibuhuan “Tipu” Konsumen

DimensiNews.co.id, Padang Lawas, Sumut – Adira Finance Cabang Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, diduga “Tipu” konsumen atau nasabah kredit kendaraan sepeda motor dengan modus denda akumulatif, akad kredit yang semula dua tahun atau 730 hari menjadi 865 hari.

Bukan hanya itu, pihak Adira Cabang Sibuhuan juga menahan BPKB kendaraan roda dua merk Verza BB 2580 KJ milik ibu Rosmala Manik warga Desa Parsombahan, Kecamatan Lubuk Barumun.

“Awal pembelian sepeda motor roda dua merek Honda Verza 150 CW dengan Nomor akad 644.14.405849, tanggal 24 September 2014 lalu dengan perjanjian cicilan Rp 1.002.000,-/bulan selama 24 bulan”, terang Rosmala kepada Dimensinews Senin (9/9/19).

Rosmala Manik warga desa Parsombahan kec Lubuk Barumun, Kab Palas, diduga telah di tipu oleh Adira Finance Cab Sibuhuan dengan modus denda Akumulatif

Rosmala mengaku pada tanggal 11 Oktober 2016 lalu pihaknya telah menyetor ke kantor Adira Finance tetapi tidak diterima oleh pihak menejemen, dikarenakan pengambilannya bulan September 2014 yang dulu tepat jatuh tempo dengan bulan yang sama September 2016.

“Namun saat pelunasan cicilan yang ke 24 (terakhir) saya bayarkan pada tanggal 11 Oktober 2016, sekalian berniat untuk minta BPKB kendaraan namun pihak menegemen Adira mengatakan belum bisa dikarenakan masih ada tunggakan denda sebesar Rp 4.333.650,” terangnya sembari terkejut dengan akumulatif denda yang ditanggungnya.

Rosmala coba buat hitung-hitungan nyadi rumah setahun = 365 hari x 2 tahun = 730 hari. Katakan saya denda selama 2 tahun 730 hari x besar cicilan (Rp 1002000×0,5%) denda perhari Rp,5,010, jadi total denda selama 2 tahun Rp, 3.657,300.

“Aneh tapi nyata, kok bisa jumlah hari denda mulai dari pembelian tertanggal 24 Sep 2014 s/d pembayaran cicilan terakhir tanggal 30 0ktober 2016 sama dengan 865 hari, sementara 2 tahun saja 730 hari dengan kata lain tidak pernah bayar selama 2 tahun sangat tidak logika, mustahil,” ungkapnya.

Sementara pihak menegemen Adira Finace Cabang Sibuhuan sampai berita ini muat belum dapat dikomfirmasi terkait dugaan penipuan terhadap konsumen dengan modus denda akumulatif. (Robert Nainggolan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed