by

Empat Jamaah Haji Kota Batu Tertahan di Makkah

DimensiNews.co.id, BATU – Setidaknya, 4 jamaah haji dari Kota Batu, Jawa Timur, dimana salah satunya adalah salah seorang pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Batu masih tertinggal di Mekah, disebabkan visa saat awal pemberangkatan menuju tanah suci, belum bisa diterbitkan.

Sementara, berdasarkan sumber dimensinews.co.id, Rabu (28/8/2019), bahwa empat orang jamaah ini berangkat haji bersama rombongan daerah lain yaitu kloter 47 Kabupaten Jember. Sedangkan, diketahui empat orang ini sebelumnya berangkat bersama rombongan calon jamaah haji (CJH) kloter 27 Kota Batu.

“Empat orang itu numpang rombongan jamaah haji kloter 27 Kota Batu menuju Surabaya, dan bisa jadi menunggu kloter 47 Kabupaten Jember di Surabaya untuk berangkat ke tanah suci,” urai sumber ini.

Kabar yang berhembus terkait tertahannya empat jamaah haji itu, dibenarkan Kepala Kemenag RI Kota Batu, Drs. H Nawawi M Fil.I, bahwa keempat orang yang belum bisa pulang tersebut lantaran terhambat visa saat pemberangkatan.

“Memang mereka (empat orang jamaah haji,red), pulangnya tidak bersama bersama dengan kloter 27 Kota Batu, karena persoalan visa yang belum terbit saat pemberangkatan,” kata dia.

Menurut Nawawi, saat pemberangkatan bersama kloter Kota Batu, visanya belum terbit. Oleh sebab itu, empat CJH tersebut berangkat bersama kloter lain.

Untuk itu, lanjut dia, untuk saat ini secara administrasi masih dalam kepengurusan. Dan, rencanannya Sabtu dan Senin mendatang, empat orang jamaah haji asal Kota Batu itu akan tiba di tanah air.

“Kemenag Kota Batu, nanti akan menjemput di Surabaya,” tandas Nawawi.

Seperti diketahui, terhitung kloter 27 Kota Batu berjumlah 311 orang CJH, dan meninggal satu orang dj tanah suci. Dan, jamaah haji tersebut tiba di Kota Batu, 26 Agustus 2019 yang lalu. Info yang berkembang empat orang tersebut menggunakan kloter lain dan sekarang tertahan di Mekah. (Put)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed