Wabup Serahkan Bantuan Pada Korban Kebakaran di Batin VIII

  • Bagikan

SAROLANGUN,- Menanggapi musibah Kebakaran yang terjadi di Desa Tanjung, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun pada Senin, (4/10) kemarin, Wakil Bupati Sarolangun Hillalatil Badri didampingi Dinsos, Baznas, Camat Bathin VIII, Damkar Sarolangun mengunjungi para korban pada Selasa, (5/10/2021).

Selain meninjau kondisi tiga rumah warga yang ludes terkabar itu, Wakil Bupati Sarolangun juga menyerahkan sejumlah bantuan seperti sembako, peralatan dapur, perlengkapan tidur dan bantuan lainnya.

Tak hanya itu, secara pribadi Wabup Hillal juga memberikan bantuan uang kepada para korban kebakaran di Desa Tanjung tersebut.

“Kami atas nama pemerintah Kabupaten Sarolangun sangat prihatin dengan musibah kebakaran yang menimpa warga kita ini, mudah-mudahan para korban yang dapat musibah ini diberikan ketabahan,” katanya.

BACA JUGA :   Gebyar Posyandu Serentak di Jakbar Disambut Antusias Masyarakat

Selain itu, Wabup Hillal juga mengimbau masyarakat Sarolangun untuk senantiasa selalu waspada agar musibah yang serupa tidak lagi terjadi.

“Masyarakat kita harus waspada, apalagi untuk rumah warga yang bangunannya didominasi kayu, tentu ini sangat rawan kebakaran, ditambah lagi kondisi alam kita saat ini panasnya ekstrim. Apalagi banyak kejadian kebakaran itu bersumber dari konsleting listrik, ataupun penggunaan kompor gas, untuk itu kita harus lebih berhati-hati,” katanya.

Berdasarkan keterangan Camat Bathin VIII Akhyar Mubarok, kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 Wib, menghanguskan tiga rumah warga, yang memang bangunannya didominasi dari bahan kayu. Kobaran api berhasil dijinakan sekitar 19.00 wib, dengan mengerahkan tiga unit mobil kebakaran serta dibantu warga setempat.

BACA JUGA :   FesCis Sukses, Dr. Nurdin : Perpaduan Acara yang Memukau!

“Memang saat kebakaran terjadi pemilik rumah sedang tidak berada dirumah, ada yang dikebun, dan juga ada yang berjualan. Untuk kerugian, karna ini ada tiga rumah, dan banyak barang yang tidak bisa diselamatkan, ditafsir kerugian mencapai 500 juta rupiah, sedangkan untuk sumber api dugaan sementara dan berdasarkan keterangan warga itu arus pendek listrik,” jelasnya.(Sanu)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses