oleh

Penghuni Rusunawa Usai Keluar Kota Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test Antigen

MADIUN – Sedikitnya 65 kepala keluarga (KK) diwajibkan mengikuti peraturan yang ditetapkan pihak pengelola Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kota Madiun. Apalagi di masa pandemi Covid-19, setiap penghuni dihimbau untuk selalu taat mematuhi protokol kesehatan (Prokes) sebagaimana yang diajurkan pemerintah.

Tidak hanya itu bahkan diluar hunian pun pihak pengelola Rusunawa terus menyampaikan himbauan agar setiap warga untuk selalu memakai masker dan menjaga jarak baik di area publik seperti lobi atau ruang tunggu, perpustakaan maupun mushola. “Kami harapankan semua warga disini, tetap mematuhi Prokes Covid-19. Saat berada di area publik yang ada di sini, kami terapkan agar warga selalu menjaga jarak,” ujar Concon Kencono, juru bicara Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun, Rabu 23 Juni 2021.

Menurut dia, pihaknya juga menyediakan wastafel untuk mencuci tangan warga hunian baik dipintu utama maupun pintu yang berada disebelah barat. Sehingga setiap warga Rusunawa yang dari luar akan masuk, diwajibkan terlebih dahulu untuk mencuci tangan sebelum naik atau menuju area ruang huniannya. Peraturan yang ketat itu, sudah berjalan sejak Covid-19 masuk Indonesia walaupun terdapat dinamika naik turun angka kasus warga Kota Madiun yang terpapar virus tersebut. Meski demikian, pihaknya sebagai pelayan masyarakat tetap mengingatkan warga hunian setempat secara rutin agar melaksanakan 5M yaitu Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, Memakai masker, Menjaga jarak, Membatasi mobilitas dan Menjauhi kerumunan.

Hal lain kalau pun adanya tamu yang datang, lalu diperlakukan khusus yakni mulai dari Covid-19 ini hingga menjadi pandemi? Para tamu itu yang semula bisa diterima hingga diperkenankan naik ke lantai atas, dimana para warga ini bermukim di ruang hunian tersebut. Namun kini yakni di mulai sejak masuknya Covid-19, sudah tidak diperkenankan lagi naik atau bertamu di lantai atas oleh pihak pengelola Rusunawa. “Itu, tidak kami perkenankan lagi. Jadi setiap tamu baik dari teman, kerabat dekat ataupun keluarganya tetap menunggu di lobi sampai yang bersangkutan dipanggil datang,” katanya.

Ia mengungkapkan, bahwa peraturan bagi penghuni Rusunawa yang diterapkan oleh pihaknya memang cukup ketat. Setiap orang dari luar Madiun yang datang ke Rusunawa dengan maksud hendak bertamu, maka akan dilakukan klarifikasi data diri. Data yang dimaksud yakni seperti kartu tanda penduduk atau KTP dan surat keterangan bebas Covid-19 hasil rapid test antigen. Bila mana tamu itu berkendara dengan moda transportasi kereta api (KA), maka biasanya mereka akan membawa hasil test genoce C-19 dan swab antigen. Namun bagi tamu yang datang dengan kendaraan pribadi dan apalagi dalam perjalanannya tidak disertai dengan bukti swab antigen, maka pihaknya tidak segan-segan untuk menolak mereka masuk ke area Rusunawa.

Syarat itulah memang bisa menjadi polemik, dimana mereka adalah tamu yang ‘notabene juga masih keluarga dari para penyewa Rusunawa tersebut? Apalagi mereka datang dari jauh dan ingin bertemu dengan sanak famili, namun pada akhirnya ditolak karena tidak bisa menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19. Karena bertentangan dengan peraturan yang dikeluarkan pengelola Rusunawa, maka dengan sangat terpaksa mereka menunggu diluar ruangan hunian atau dilantai bawah. “Hal ini pun tanpa kecuali apabila mereka dari luar kota, kami terapkan seperti itu. Bahkan untuk warga hunian sendiri, apabila mereka habis dari luar kota dan menginap, juga kami wajibkan untuk rapid test antigen dulu sebelum memasuki huniannya sendiri,” jelas, lagi.

Saat disinggung soal interaksi sehari-hari yang dilakukan warga hunian Rusunawa ini? Concon Kencono mengungkapkan hingga ini, pihaknya selalu mengingatkan kepada mereka untuk tetap disiplin Prokes Covid-19. Namun juga diakui usahanya selama ini, ternyata tidak semua warga hunian Rusunawa tetap disiplin bahkan sering dijumpai adanya warga yang teledor Prokes Covid-19. Tapi, pihaknya tidak lelah-lelahnya selalu mengingatkan serta mengedukasi warga hunian yang kepergok abai terhadap Prokes Covid-19.

Dengan jumlah 65 KK plus anggota keluarganya dengan status warga ber-KTP Kota Madiun ini dalam kurun satu tahun lebih sejak masuknya virus corona, tetap di syukuri pihaknya karena hanya satu orang warga hunian yang terpapar positif. Dimana pada Februari 2021 lalu muncul satu kasus positif, namun seorang warga ini sudah sembuh setelah menjalani isolasi serta pemantauan tim medis di Wisma Haji Kota Madiun.

Untuk kegiatan sehari-hari seperti arisan warga Rusunawa hingga ini masih tetap dilakukan, namun tidak ada pertemuan orang banyak. Karena memang peraturan dari kelompok arisan warga Rusunawa, bahwa nilai uang dari setiap anggota hanya diserahkan kepada pengurus. “Saya sendiri kalau masalah sosial seperti itu, tidak terlalu mencampuri. Tapi, mereka tetap kami ingatkan saja agar selalu mematuhi Prokes Covid-19,” urainya.

Dia menambahkan meski adanya kegiatan seperti itu atau aktivitas lainnya, namun pihak pengelola juga tetap berlaku tegas jika ada penghuni kedapatan tidak memakai masker, maka akan diperintahkan untuk kembali lagi di ruang hunian yang ditempatinya. Apapun bentuk abainya dalam displin Prokes Covid-19, pihaknya tetap memberikan himbauan dan edukasi kepada mereka.

“Bahkan tidak segan-segannya, kami himbau bila perlu disampaikan contoh kejadian kasus misalkan dialami oleh seorang teman yang pernah terpapar Covid-19? Kita sampaikan apa adanya bahwa Covid-19 ini, belum menjauh dari kita. Paling tidak, himbauan ini langsung didengar oleh mereka meskipun lewat pengeras suara yang ada di Rusunawa ini,” ungkapnya.*(ajun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed