Pemkab Tulungagung Alokasikan 300 M, Untuk 30 Persen Kategori Stunting

  • Bagikan

TULUNGAGUNG – Untuk penanganan percepatan stunt stunting tahun 2021 ini, Pemkab Tulungagung mengalokasikan anggaran Rp 300 miliar. Berdasarkan data timbang bayi tahun 2020 lalu, sekitar 2000 anak masuk ke dalam ketegori stunting. Jumlah tersebut merupakan sekitar 30 persen dari jumlah anak yang ada di Kabupaten Tulungagung.

“Kabupaten Tulungagung berada di peringkat 18 se- Jawa Timur terkait penanganan stunting. Untuk itu, Pemkab Tulungagung berencana semakin meminimalkan kasus stunting melalui berbagai progam bersama di berbagai sektor,” kata Kepala Bappeda Tulungagung, Maryani, Selasa (27/04/2021).

Pemkab sendiri telah menyiapkan Rp 300 miliar, sementara untuk program penanganan bisa melalui dinas-dinas yang terkait.

“Kalau misalnya ada Dinas Kesehatan ada program bisa menggunakan dana ini, kemudian misalnya Dinas Sosial, yang penting kita siapkan anggarannya,” paparnya.

BACA JUGA :   Bupati Sukabumi Sampaikan Pendapat Akhir Atas Raperda APBD Tahun Anggaran 2024

Sementara itu, terdapat 10 desa/kelurahan yang ditentukan sebagai lokus penanganan stunting, sehingga tahun 2021 ini akan terfokus di 10 desa/kelurahan tersebut.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, kasus stunting itu penting dan perlu segera dilakukan penanganan.

“Bahkan kalau bisa jangan cuma diminimalisir, tetapi sampai pada tahap nol kasus stunting. Makanya semuanya baik Pemkab, Dinas-dinas terkait bahkan semua sektor harus bekerja sama dalam penanganan Stunting” kata Maryoto Birowo.

Maryoto menjelaskan, selama ini upaya yang sudah dilakukan Pemkab Tulungagung adalah melengkapi sarana dan prasarana kesehatan di Kabupaten Tulungagung.

Tidak hanya itu, upaya seperti perbaikan gizi juga sudah mulai dilakukan sejak dua tahun yang lalu, sehingga balita yang tertangani dengan baik juga akan menghasilkan generasi yang lebih baik.

BACA JUGA :   Kenal Pamit, Bupati Mashuri Ucap Selamat Bertugas Bungo Kepada Kapolres Bungo

“Kalau di Tulungagung perkembangan stunting sudah cukup rendah. Apalagi Kabupaten Tulungagung ini berada di peringkat 18 se-Jatim terkait penanganan stunting. Artinya ini capaian yang bagus dan harus dipertahankan,” pungkasnya.

*(Cristian)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses