Puskesmas Pucanglaban Jemput Bola Tes Swab ke Rumah Warga di Desa Demuk

  • Bagikan

TULUNGAGUNG – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Pucanglaban terus gencar melakukan layanan jemput bola tes swab atau tracking ke rumah warga, langkah ini dilakukan karena ada warga Desa Demuk yang terkonfirmasi meninggal dunia karena positif dan sekaligus untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di wilayah Pucanglaban.

Menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, tim medis didampingi anggota dari Polsek dan Koramil serta perangkat Desa Demuk mendatangi satu rumah warga yang namanya telah didata oleh pihak puskesmas.

Kepala Puskesmas Pucanglaban, Mig Slamet Pinardi S.T mengatakan, tracking kontak erat dengan almarhum dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19, pelayanan jemput bola dilakukan agar proses penanganannya lebih cepat.

BACA JUGA :   Sakralnya Tobo Safar di Mafututu Tidore, Begini Prosesinya

“Karena kalau menunggu mereka datang ke puskesmas, waktunya akan lama. Belum lagi ada saja alasan warga tidak datang. Makanya kita yang langsung mendatangi mereka ke rumahnya untuk tes swab,” ujar Slamet Pinardi, Senin (15/02/2021).

Dia menjelaskan, almarhum dari desa demok sebelumnya sempat dirawat di RSUD dr. Iskak Tulungagung dan meninggal dunia, setelah dilakukan swab tes, yang bersangkutan dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

“Pemeriksaan kali ini untuk mengetahui kondisi mereka yang memiliki riwayat kontak dengan almarhum yang terkonfirmasi reaktif dan alhamdulillah hasil rapid test dilakukan dalam rangka tracking contack pasien semua keluarga diketahui non reaktif, ujarnya.

Kami dari tim medis dalam kegiatan ini, juga dibantu tim gugus tugas penanganan COVID-19 tingkat kecamatan Babinsa dan Babinkamtibmas juga,” tandasnya.

BACA JUGA :   Ikram M. Nur : Hanya AGK-YA, Yang Lain Hanya Gambar Saja

Terakhir, Slamet berpesan kepada seluruh masyarakat Pucanglaban untuk terus menerapkan protokol kesehatan. Tentu dengan menggunakan masker, tidak berkerumun, dan tetap menjaga jarak diri.

“Tidak perlu khawatir dan cemas, tetap utamakan protokol kesehatan dan terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan tempat tinggal,” tutupnya.*(Cristian)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses