DimensiNews.co.id, MADIUN– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) menggelar “Seminar Integrasi Bangsa” dengan tema “Menguatkan Semangat dan Kesadaran Bela Negara Generasi Muda Demi Terwujudnya Indonesia Maju di Tengah Tatangan Global” di Ruang Rapat Eka Kapti Lantai II Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun, Kamis 17 Desember 2020.
Hasil pantauan DimensiNews.Co.Id, meski situasi masa pandemi Covid-19 kegiatan yang merupakan program kerja Pemkab Madiun tetap dilaksanakan. Namun pihak penyelenggara, tetap melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) tentang Covid-19. Bahkan syarat yang diterapkan oleh panitia penyelenggara pun, juga sangat ketat.
Bagi setiap peserta seminar atau narasumber maupun panitia penyelenggara yang merasa tidak enak badan atau tengah influenza atau sakit jenis lainnya, maka tidak diperkenankan untuk hadir atau mengikuti kegiatan tersebut. Sebelum memasuki ruang pertemuan itu, setiap orang yang hadir diwajibkan Memakai Masker, Mencuci Tangan pakai sabun dengan air mengalir dan Menjaga Jarak/3M. Menjaga Jarak baik diluar maupun didalam ruangan, serta menempati meja kursi yang sudah ditata sesuai standart pelaksanaan Prokes Covid-19.
Selain itu, tim panitia juga menyemprotkan hand sanitizer serta melakukan cek suhu badan/tubuh dengan alat thermogun kepada setiap orang yang hadir dalam kegiatan seminar itu. Dalam pelaksanaan itu, jika mana dari setiap orang kedapatan pada saat dilakukan cek suhu tubuh dan hasilnya melebihi angka normal 36,5-37,2 derajat celcius, maka tidak diperkenankan untuk masuk ruangan bahkan mengukiti kegiatan seminar. Namun dari puluhan orang yang hadir, tidak adanya temuan angka hasil cek suhu tubuh yang melebihi batas nomal tersebut. Artinya pelaksanaan Prokes Covid-19 dalam kegiatan seminar integrasi bangsa, itu sudah sesuai serta memehui syarat untuk melaksanakan kegiatan.
Dalam kegiatan itu, Bakesbangpoldagri Kabupaten Madiun selain menghadirkan 4 orang narasumber juga peserta seminar yakni dari Kader Bela Negara, siswa SMK/SMK, Mahasiswa, Perguruan Pencak Silat, Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda maupun Ormas Keagamaan yang ada di Kabupaten Madiun.
Keempat narasumber itu yakni Bambang Silistyohadi, sekretaris Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan (DHC-BPK)’45 Kabupaten Madiun. Kapten ARM Ragil Nurcahyo Anwar, pasi Ops Kodim 0803 Madiun. Sigit Sapto Nugroho, dosen Fakultas Hukum Universitas Merdeka Madiun dan Ketua TP-PKK Kabupaten Madiun Penta Lianawati Ahmad Dawami.*all
















