oleh

Pemilik Toko Obat Ya’ahowu Manalu Membantah Pernyataan Foarota Zega di Salah Satu Media

 

DimensiNews.co.id KEPULAUAN NIAS –Bayangkan ketika Anda mendengar berita bahwa negara tempat Anda dibesarkan pecah menjadi dua bagian. Pastinya kaget.
Sejumlah kabar bohong menyebar dan diyakini banyak orang. Kehebohannya bahkan melintasi batas negara dan benua.

Hal ini sama dengan beredarnya di media sosial  tentang pernyataan Foarota Zega sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan (KBPK) Dinas Kesehatan Kabupaten Nias melalui pemberitaan salah satu media  yang mengklaim bahwa Toko Obat Ya’ahowu Manalu tidak memiliki izin dan belum terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara.

Berdasarkan pernyataan tersebut, Jumbato Manalu sebagai pemilik toko obat Ya’ahowu Manalu yang berada di Desa Tetehosi, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, ia merasa dirugikan dan membantah pernyataan Foarota Zega di media  yang menyebutkan “Toko Obat Ya’ahowu Manalu Tidak Memiliki izin”. Padahal toko obat Ya’ahowu Manalu memiliki izin.

“Saya merasa dirugikan dalam  pernyataan Foarota Zega yang diberitakan langsung oleh media online  yang menyebutkan atau mengklaim bahwa toko obat Ya’ahowu Manalu tidak memiliki izin.

Sedangkan toko ini telah memiliki izin. Namun, jika di analisi lampiran foto dari berita di salah satu media memakai foto merek toko obat Ya’ahowu Manalu dan mengapa dalam pemberitaanya juga menyudutkan bahwa tidak memiliki izin tanpa memakai kata diduga sedangkan disitu telah tertulis izin tokoh,” tutur Manalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias, Marthin L.Harefa,SKM,M,Kes menyampaikan kepada media Dimensi News saat di temui di kantornya, pada Rabu (29/08/2018). Sesuai hasil monitoring Dinas Kesehatan Kabupaten Nias membenarkan bahwa Toko Obat Ya’ahowu Manalu yang berada di Desa Tetehosi, Kecamatan Idanogawo telah  memiliki izin.

“Tokoh obat tersebut benar telah memiliki izin dan data atau surat izin tersebut telah saya lihat. Namun, jika ada yang memberi pernyataanya atau yang memberitakan toko obat Ya’ahowu Manalu tidak memiliki izin maka saya tidak bertanggung jawab dan hal itu langsung dikordinasi kepada pihak terkainya agar mempertanggung jawabkan pernyataanya baik dalam pemberitaan media sosial atau lainya,” ucap Marthin.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias, Marthin L.Harefa  membenarkan bahwa Bidan Sri Ayu Anggraini telah memiliki izin pratek  yang di tugaskan di wilayah Kecamatan Idanogawo. Namun, tidak semua penyakit ditananganinya tetapi dapat membantu melayani dan menolong masyarakat yang membutuhkan pertolongan tanpa membedakan.

Dalam kejadian ini, Jumbato Manalu selaku pemilik tokoh obat Ya’ahowu Manalu  meminta pertanggung jawaban Foarota Zega dalam pernyataanya di media corong nias yang menyudutkan toko obat tersebut tidak memiliki izin.

“Saya meminta pertanggung jawaban Foarota Zega dan media CN dan membuktikan di pihak hukum bahwa toko obat Ya’ahowu Manalu tidak  memiliki izin. Dan berdasarkan hal ini, saya telah melaporkan akun atas nama C N di Polres Nias  yang telah memberitakan atau menyebarluaskan dengan menuliskan toko obat Ya’ahowu Manalu tidak memiliki izin sedangkan toko tersebut telah memiliki izin,” kata Manalu.

Ia juga menyampaikan, terkait masalah ini  ia menunggu hasil penyelidikan dari pihak hukum karena hanya pihak hukum yang menentukan siapa yang salah dan benar.

 

 

Laporan Reporter : Deserman Lase

Editor.                     : Red DN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed