DimensiNews.co.id, JAKARTA- Massa aksi unjuk rasa yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni atau PA 212 dan sejumlah ormas Islam menuntut Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP dibatalkan.
Selain itu, mereka juga meminta Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar sidang istimewa untuk memberhentikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari jabatannya.
Hal itu disampaikan dalam aksi di depan Gedung DPR. Aksi yang bertajuk “Selamatkan NKRI dan Pancasila dari Komunisme” ini menilai Jokowi telah memberi peluang bangkitnya kembali komunisme di Indonesia dengan disahkannya RUU HIP.
Orator dari aksi tersebut menegaskan permintaan mereka kepada MPR untuk memberhentikan Jokowi dari jabatannya bukan merupakan upaya makar.
“Jadi kita tidak makar saudara. Kita tidak sedang menggulingkan kekuasaan saudara, kita tidak sedang kudeta saudara. Kita sebagai rakyat mendesak MPR melaksanakan sidang istimewa untuk? untuk? untuk? untuk turunkan Jokowi, menghentikan jokowi melalui sidang istimewa MPR betul?,” seru orator kepada massa.
Sebelumnya, orator juga menunutut penghapusan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Selain itu, orator massa juga menegaskan akn tetap bertahan di DPR hingga tuntutan mereka dipenuhi.
“Kita akan bertahan di sini sampai RUU HIP dibatalkal, RUU HIP harus dihapuskan dan digagalkan,” kata orator, Rabu (24/6/2020).
Tak hanya itu, massa juga menganggap pengusul RUU HIP itu merupakan pengkhianat bamgsa.
“Mereka yang mengusung adalah pengkhianat bangsa,” tandas orator. (red)
















