DimensiNews.co.id, TUBABA- Kepala Tiyuh Sumberejo menyatakan kekecewaannya dengan anak pemilik yayasan SD dan PAUD yang tidak mau gedungnya dijadikan posko penjagaan rumah singgah.
Seperti diketahui, gedung PAUD dan SDN 01 Tiyuh Sumberejo dijadikan gedung isolasi untuk mengkarantina warga perantauan yang kembali ke kampungnya. Namun rupanya penggunaan gedung sebagai karantina warga dari pencegahan Covid-19 itu mengalami penolakan keras dari pemilik yayasan.
Saat dimintai keterangan, dua relawan dari tim gugus tugas penanganan Covid-19 menjelaskan, seorang wanita menghampiri mereka sekira pukul 13.30 WIB yang saat itu sedang berjaga di pos karantina.
“Iya ibuk itu tiba-tiba datang menghampiri kami yang sedang berjaga sambil marah-marah dan berkata, kalian dapat kunci dari siapa, kalian mendapatkan ijin memakai gedung ini dari siapa, kalian tau tidak gedung ini milik pribadi, bukan punya negara,” jelas dua penjaga yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (25/4/2020).
Kejadian itu juga dibenarkan Kepala Tiyuh Sumberejo. Ia menyayangkan atas sikap pemilik yayasan berinisial NA yang memarahi dua relawan penanganan Covid-19.
“Awalnya saya sudah menghubungi Bapak Tri melalui telepon selulernya untuk meminjam dua gedung PAUD dan Gedung SD. Pak tri selaku menantu dari kepala sekolah sudah memberikan izin untuk menepati gedung PAUD tersebut,” ucapnya.
Selain itu, ia juga kecewa dengan tindakan NA yang berkata kasar dan menunjuk-nunjuk ke arah dirinya.
“Saya kecewa dengan NA karena selain dia marah-marah dan mengatakan bahwa gedung itu milik pribadi bukan milik negara, tidak mungkin saya berani memakai gedung tersebut kalau tidak ada ijin dari suaminya. Saya sudah menjelaskan kepada NA, dia malah memukul meja di depan masyarakat banyak. Seharusnya dia mengerti dalam keadaan ini kita saling menjaga bahu-membahu guna masyarakat banyak. Apalagi dia itu tugasnya di Rumah Sakit Umum Tulang Bawang, artinya dia lebih memahami semua permasalahan ini,” tutupnya. (Candra)
















