
DimensiNews. co.id JAKARTA – Banyak aset Pemda khususnya di wilayah Jakarta Barat dikomersilkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, namun sejauh ini belum ada penanganan serius oleh instansi terkait.
Seperti dilahan Pertamina Utan Jati Pegadungan, Kalideres areal taman dan saluran air dibangun belasan kios-kios di sewakan pada pedagang.
Sementara di wilayah Rawabuaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, persisnnya di Komplek Bojong Indah jalan Durian Raya RW 08 fasilitas umum (Fasum) sarana taman dan sarana olah raga juga dibangun beberapa ruko dan puluhan kios dikomersialkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab hingga puluhan tahun.
Menanggapi hal ini Walikota Jakarta Barat, H. Anas Effendi berang mengungkapkan, pihaknya akan memerintahkan Kasatpol PP agar menertibkan sejumlah bangunan yang berdiri dilahan milik Pemda DKI.
“Masa tanah Pemda di di diamkan, sedangkan tanah sengketa saja enggak boleh dibangun. Pak Kasatpol, itu aset Pemda di Rawabuaya Cengkareng bagaimana, kata Walikota
Aset Pemda seluas 5,2 hektare banyak di kuasai pihak lain. Hal ini tentu harus ditertibkan karena lahan Pemda jangan dibiarkan, kalau ada yang ngakuin suruh proses di pengadilan,” kata Anas kepada wartawan Selasa (30/1/2018).
Dijelaskannya, anggaran tahun 2018 soal penertiban ini sudah jatuh pada pihak Satpol. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menertibkannya bangunan liar tersebut.
“Kita juga dapat laporan tentang lahan Pertamina di Utan Jati Pegadungan Kalideres, yang banyak di duduki para pedagang. Jangan di diamkan, harus di tertibkan jangan pandang bulu,” kata Walikota
Sementara itu Kasat Pol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat mengaku, jika pihaknya belum bisa memprediksikan soal rencana penertiban yang di sampaikan Walikota Jakarta Barat tersebut.
“Belum ada rencana penertiban, soalnya masih di inventarisir dulu. Mengenai waktunya juga nanti dirapatkan di tingkat kota guna di bahas mengenai waktu pelaksanaan.
Terutama berapa jumlah personil yang diperlukan dan bagaimana dukungan logistiknya serta lain-lainnya. Jadi soal penertiban masih jauh,” ucap Tamo.
Laporan Wartawan : Hery
Editor. : Red DN
















