
DimensiNews.co.id, BATU-Polres Batu bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, hal ini adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, menggelar apel kesiapsiagaan bencana di area Jalur Lintas Barat (Jalibar) Kota Batu, Rabu (8/1/2020).
Selain, hujan dengan intensitas lebat sering mengguyur wilayah Kota Batu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga memberikan informasi, bahwa antara tanggal 10-20 Januari 2019, ke depan diperkirakan akan terjadi cuaca ekstrim.
Dikatakan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, di sisi lain waspada terhadap bencana, bahwa gelar pasukan oleh Polres Batu dan Pemkot Batu kesiapsiagaan bencana itu sesuai dengan perintah Presiden RI, Joko Widodo.
“Kita supaya mwngantisipasi dan waspada, serta siap ketika musim yang ekstrim, karena BMKG menginformaaikan antara 10-20 Januari 2020, di Indonesia diperkirakan terjadi cuaca ekstrim yang luar biasa,” jelas dia.
Untuk kultur tanah di Kota Batu, lanjut dia, memang berpotensi terjadi bencana. Ini disebabkan, daerah tersebut merupakan dataran tinggi, yang apabila hujan mengakibatkan banjr bandang, serta dengan gemburnya tanah pegunungan yang menyebabkan sering terjadinya longsor.
“Titik yang menyebabkan bencana, itu sudah di zonasi untuk wilayah Kota Batu, seperti di daerah Bumiaji serta hamparan pertanian di Pujon, ini yang sering terjadi longsor. Dan, terjadi banjir itu diakibatkan kemiringan kultur dataran tinggi di Kota Batu yang merupakan daerah pengunungan,” beber dia.
Oleh sebab itu, menurut Dewanti, dengan kesiapsiagaan bencana oleh semua elemen di Kota Batu, bisa memperkecil resiko apabila terjadi bencana yang tidak diiinginkan.
“Saya sudah intruksikan kepada Sekda dan Kepala Desa, untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa saat ini sudah memasuki cuaca ekstrim, untuk itu harus waspada. Dan, masyarakat harus melakukan pembersihan sampah, supaya ketika banjir tidak terjadi penyumbatan. Ketika, terjadi hal yang tidak diinginkan, masyarakat segera menyelamatkan diri, jangan mementingkan harta benda, utamakan keluarga,” pungkas dia.
Di tempat yang sama, Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama, menjelaskan untuk siaga bencana sudah didirikan sejumlah pos penanganan di sejumlah titik. Dengan harapan, apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, masyarakat sudah mengetahui akan kemana.
“Gelar pasukan kesiapsiagaan bencana ini, menunjukkan kita siap bersatu apabila sewaktu-waktu terjadi bencana yang tidak diinginkan. Dan, kita juga sudah mendirikan Pos Terpadu Penanganan Bencana, ini kalau terjadi sesuatu masyarakat akan mengetahui akan kemana,” tegas dia.
Seperti diketahui, yang terlibat dalam gelar pasukan kesiapsiagaan bencana tersebut diantaranya adalah Polres Batu, TNI, BPBD Kota Batu, PMI, Dinas Kesehatan, dan elemen terkait.(put)
















