SUKABUMI — Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi terus mengampanyekan pentingnya pola konsumsi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) sebagai kunci membangun keluarga sehat sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Melalui konsep “Pangan Beragam, Keluarga Sehat, Pangan Kuat”, masyarakat didorong untuk tidak bergantung pada satu jenis bahan pangan, melainkan mengonsumsi beragam sumber gizi yang seimbang. Pola makan ini diyakini mampu mencegah masalah gizi, termasuk stunting, serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa keberagaman pangan menjadi fondasi penting dalam menciptakan kemandirian pangan di tingkat keluarga.
“Dengan mengonsumsi makanan yang beragam—mulai dari karbohidrat, protein, sayur, hingga buah—keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizi secara optimal tanpa ketergantungan pada satu komoditas saja,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan mendorong sejumlah langkah strategis yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, penerapan pola makan B2SA dengan memastikan setiap sajian memenuhi prinsip gizi seimbang. Masyarakat dianjurkan untuk mengombinasikan sumber karbohidrat, tidak hanya beras, tetapi juga jagung, singkong, dan berbagai umbi-umbian sebagai alternatif pangan lokal yang bernilai gizi tinggi.
Kedua, pemanfaatan pekarangan rumah melalui konsep urban farming. Masyarakat dapat menanam berbagai kebutuhan dapur seperti sayuran, cabai, maupun tanaman obat keluarga (TOGA). Selain menghemat pengeluaran, langkah ini juga menjamin ketersediaan bahan pangan segar dan higienis setiap saat.
Ketiga, memastikan keamanan pangan dengan mengolah makanan secara bersih dan sehat. Proses memasak yang higienis serta penggunaan bahan yang bebas dari zat berbahaya menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.
Selain itu, edukasi gizi sejak dini juga menjadi perhatian utama. Orang tua diharapkan memperkenalkan variasi menu sehat kepada anak-anak guna membentuk kebiasaan makan yang baik serta mencegah risiko kekurangan gizi.
Melalui berbagai upaya tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi optimistis masyarakat dapat membangun ketahanan pangan keluarga yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan pangan yang sehat, aman, dan bergizi.*(Asep)
















