HUT ke-3 Radarjakarta.id, Ketua PWI Jaya: Tetap Pegang Kode Etik di Tengah Gempuran Media Sosial

  • Bagikan

JAKARTA – Radarjakarta.id merayakan hari ulang tahunnya yang ke-3 dalam acara syukuran yang digelar di Sambina Prime Hotel, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Mengusung semangat untuk terus tumbuh sebagai media yang kredibel, peringatan ini dihadiri jajaran redaksi, mitra, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan dari berbagai kalangan.

Momentum ulang tahun tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kualitas jurnalistik di tengah perubahan lanskap media yang semakin dinamis. Hal itu disampaikan Ketua PWI Jaya, Kesit B. Handoyo, yang hadir memberikan ucapan selamat sekaligus pesan kepada seluruh insan Radarjakarta.id.

“Atas nama Pengurus PWI Provinsi DKI Jakarta, saya mengucapkan selamat hari ulang tahun yang ketiga untuk Radarjakarta.id. Saya juga hadir saat ulang tahun kedua di redaksi. Mudah-mudahan Radarjakarta.id semakin eksis, menjadi jembatan bagi masyarakat, serta mampu memberikan inspirasi untuk kita semua,” ujar Kesit.

BACA JUGA :   Kasus Dugaan Pemalsuan STTB Anggota Dewan Dumai Kembali Menguak,Bareskrim Polri Diminta Ambil Alih

Ia berharap Radarjakarta.id tetap menjadi media yang amanah dan konsisten menjalankan fungsi pers sesuai aturan yang berlaku.

“Pesan kami sederhana, jadilah media yang taat pada Undang-Undang Pers, patuh terhadap Kode Etik Jurnalistik, memahami hukum pers, dan menjalankan seluruh ketentuan yang berkaitan dengan kerja jurnalistik,” katanya.

Menurut Kesit, tantangan media saat ini jauh lebih berat dibanding beberapa tahun lalu. Kehadiran media sosial membuat arus informasi bergerak sangat cepat, namun kecepatan tersebut tidak boleh mengorbankan akurasi yang menjadi prinsip utama pers.

“Media sosial dan media pers adalah dua hal yang berbeda. Di media sosial, siapa pun bisa langsung menyebarkan informasi. Sementara media pers wajib melakukan verifikasi, check and balance, serta menguji kebenaran setiap informasi sebelum dipublikasikan. Karena itu, kalau media pers dianggap lebih lambat daripada media sosial, itu memang bagian dari proses jurnalistik yang harus dijalankan,” jelasnya.

BACA JUGA :   Suwardy Terpilih Kembali Jadi Anggota LMK RW 014 Kalideres

Ia menegaskan, media yang mengabaikan verifikasi justru berpotensi kehilangan kepercayaan publik. Karena itu, Radarjakarta.id diharapkan tetap menjaga profesionalisme dan tidak mudah terpengaruh budaya serba cepat yang berkembang di media sosial.

Kesit juga mengingatkan bahwa pers memiliki fungsi sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, kritik yang disampaikan media harus bersifat membangun, sementara apresiasi juga diberikan secara proporsional.

“Kalau memang layak dipuji, berikan pujian. Kalau ada yang perlu dikritik, sampaikan kritik secara konstruktif. Pers harus menyampaikan fakta apa adanya agar masyarakat memperoleh informasi yang berimbang,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Kesit berharap Radarjakarta.id mampu terus bertahan dan berkembang di tengah kondisi industri media yang sedang menghadapi tekanan besar.

BACA JUGA :   Wakil Bupati Karang Anyar  Buka Puasa Bersama KPBN di Tangerang

“Saat ini banyak media besar yang tutup, bahkan melakukan pengurangan karyawan. Saya berharap Radarjakarta.id bisa terus bertahan, semakin dipercaya masyarakat, dan tetap konsisten menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas,” pungkasnya.*

Penulis: AnggaEditor: Renoto
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses