SURABAYA – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah di Barat Surabaya pada Rabu (17/6/2026) memicu keluhan warga dan pelaku usaha. Pasokan listrik yang terputus sehari sebelumnya dari jadwal selama kurang lebih lima jam’an dan tanpa pemberitahuan sebelumnya saat itu membuat berbagai aktivitas masyarakat terganggu, mulai dari pekerjaan rumah tangga hingga operasional usaha kecil dan menengah.
Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami kerugian akibat terhentinya aktivitas yang bergantung pada pasokan listrik. Warung makan, jasa percetakan, Laundry, hingga usaha berbasis perangkat elektronik menjadi sektor yang terdampak langsung.
“Kalau ada pemberitahuan sebelumnya, kami bisa bersiap. Ini mendadak padam sehingga aktivitas usaha berhenti dan pelanggan juga banyak yang mengeluh,” ujar salah seorang warga yang terdampak.
Pemadaman Sehari Lebih Awal dari Jadwal dalam Surat Pemberitahuan
Di tengah keluhan masyarakat, muncul fakta bahwa PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Menganti sebenarnya telah menerbitkan surat pemberitahuan pemeliharaan jaringan listrik tertanggal 15 Juni 2026.
Surat bernomor 0333/DIS.01.01/F04140200/2026 tersebut menjelaskan adanya pekerjaan pemeliharaan jaringan SUTM 20 kV yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026.
Dalam surat itu disebutkan wilayah yang terdampak meliputi Desa Tlogo Bedah, Perumahan Surya Nusantara Residence, Perumahan Grand North, Desa Banyu Urip dan sekitarnya. Pemadaman direncanakan berlangsung pada pukul 10.00–11.00 WIB dan 15.00–16.00 WIB.
Namun Fakta di lapangan Pemadaman dilakukan di wilayah tersebut sehari lebih awal dari jadwal yang tertuang dalam surat pemberitahuan Pemadaman Listrik PLN.
Mengapa Listrik Padam Sehari Lebih Awal?
Fakta bahwa pemadaman terjadi pada 17 Juni 2026 menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Pasalnya, jadwal resmi yang disampaikan PLN baru akan dilaksanakan sehari setelah gangguan listrik terjadi.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa pemadaman yang terjadi bukan merupakan bagian dari pekerjaan pemeliharaan yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Sejumlah warga mempertanyakan apakah terdapat gangguan lain pada sistem kelistrikan yang menyebabkan pasokan listrik terputus lebih awal dari jadwal yang telah diumumkan.
Keterangan Manager PLN ULP Menganti
Saat dikonfirmasi terkait pemadaman yang terjadi pada Rabu (17/6/2026), Manager PLN ULP Menganti, I Made Boyka Dwi Negara, mengaku belum mengetahui penyebab pasti gangguan tersebut.
“Biasanya kami ada pemberitahuan apabila padamnya terencana. Berarti padamnya tidak terencana, Pak. Saya coba tanyakan ke UP2B sebagai pengatur beban wilayah Jatim,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pemadaman yang dikeluhkan warga kemungkinan tidak berkaitan langsung dengan pekerjaan pemeliharaan jaringan yang telah dijadwalkan pada 18 Juni 2026.
Warga Minta Penjelasan Resmi dan Evaluasi Sistem Informasi
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab pasti pemadaman yang terjadi lebih awal dari jadwal pemeliharaan PLN.
Masyarakat berharap PLN segera memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik.
Selain itu, warga meminta adanya evaluasi terhadap sistem penyampaian informasi gangguan listrik agar pelanggan dapat melakukan antisipasi, terutama pelaku usaha yang sangat bergantung pada ketersediaan pasokan listrik.
Kejadian ini menjadi perhatian karena selain menimbulkan kerugian ekonomi, juga memunculkan pertanyaan mengenai sinkronisasi informasi antara jadwal pemeliharaan yang diumumkan kepada masyarakat dan gangguan listrik yang terjadi di lapangan. (by)
















