PURWAKARTA – Persoalan dijualnya 9 ekor sapi dari program ketahanan pangan hewani yang bersumber dari Anggaran Dana Desa tahun 2023 di Desa Maracang yang sekarang menjadi isu publik, itu disebabkan karena pemahaman informasi yang didengar di luar hanya sepotong, tidak utuh secara keseluruhan
Hal ini dikatakan Kepala Desa Maracang Kusnadi yang akrab disapa Jajang kepada DimensiNews.co.id di ruang kerjanya, Kamis (26/9/2024)
Kusnadi juga menuturkan,” 9 ekor sapi yang dijual oleh pemelihara sapi dari kelompok masyarakat Desa Maracang sudah sesuai prosedur, karna permohonan awal yang diajukan kepada Kepala Desa, bukan untuk di ternakkan melainkan untuk penggemukan sapi,
Jadi penjualan sapi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat pemelihara sapi Desa Maracang pada bulan Juni 2024 tidak ada masalah, apalagi saat dijual harga sapi dipasaran lagi tinggi, Karna saat itu sapi banyak dibutuhkan, moment nya pas menjelang hari Raya Idul Adha,” Ujar Kusnadi
Lebih jauh Kusnadi menegaskan,
” Sebagai pengawas dari Program Ketahanan Pangan, Kepala Desa tentunya tidak serta merta menyetujui begitu saja penjualan sapi kalau tidak mengikuti prosedur yang benar, Karena sudah jelas Program ini sumber Anggarannya dari Dana Desa
Sebelum penjualan, Kepala Desa sudah membuat kesepakatan MoU dengan kelompok masyarakat pemelihara sapi, yang isi kesepakatannya antara lain, jika nanti sapinya ter jual, harus ada pengganti sapi yang baru,
Sekarang Alhamdulillah, sapi sebanyak 9 ekor yang di jual pada hari Raya Idul Adha kemarin, sudah bisa diganti dengan sapi yang baru, yang dibeli pada bulan September 2024,
Kenapa kelompok masyarakat pemelihara sapi baru bisa mengganti sapinya sekarang, tidak tiga bulan yang lalu, alasannya kalau diganti pada saat itu kondisinya sedang musim kemarau cuaca sangat panas jadi agak susah untuk mencari rumput buat pakan Sapi
Kalau sekarang, di bulan September sudah mamasuki musim penghujan jadi yang memelihara sapi tidak terlalu kesulitan untuk mencari dan mendapatkan pakan sapi, Karna rumput di musim hujan akan tumbuh dengan sendirinya
Kemudian mengenai adanya Isu Informasi yang berkembang diluar seolah Kepala Desa menjual sapi, itu informasi jelas keliru dan tidak benar, silahkan dichek ke kandangnya sapi pengganti masih ada terpelihara serta terawat dengan baik oleh kelompok masyarakat yang memelihara sapi tersebut,” Tegas Kades
Kepala Desa tidak bisa main – main dengan Alokasi Angaran DD, resikonya sangat besar, karena kita sudah di berikan pemahaman dan pengetahuan, tentang Juklak Juknis dari institusi terkait, bagaimana cara pengelolaan anggaran Dana Desa yang benar tidak menyalahi aturan
Pemerintah Pusat mempunyai Program Ketahanan Pangan lewat Desa, agar memberikan ruang kepada masyarakat di Desa supaya kehidupan ekonomi nya bisa menjadi lebih baik, untuk itu saya mengajak semua pihak mari kita dukung bersama program yang baik ini,” Pungkas Kusnadi.
















