Hujan Angin Panggung MTQ Tempat Paduan Suara Roboh Luluh Lanta

  • Bagikan

SAROLANGUN – Tiga Hari sudah berjalannya perhelatan Akbar Musabaqoh Tilawatil Qur’an di Kabupaten Sarolangun, sudah terlihat jelas kekacauan pada MTQ ke-52 tingkat Provinsi Jambi ini.
Ada Beberapa persoalan antara lain, kurang lengkapnya fasilitas yang di sediakan penyelenggara (EO), Robohnya panggung tempat paduan suara, ketika hujan deras melanda pada Sabtu Sore (26/08) di arena utama Gunung Kembang Sarolangun.

Sejak bergulirnya acara ini pada tiga hari yang lalu, kian menimbulkan berbagai kejanggalan serta ungkapan ketidakpuasan dari masyarakat serta dewan hakim yang bertugas.Tak hanya itu saja rasa ketidakpuasan pada saat acara pembukaan ini pun di ungkapkan Waka II DPRD Sarolangun Aang Purnama lewat komentar Facebook (FB) pribadi miliknya di salah satu postingan.
Bahkan Politikus partai Demokrat ini pun membandingkan kegiatan musabaqoh tilawatil qur’an tahun ini dengan kegiatan yang sama pada 2006 silam ketika Sarolangun menjadi tuan rumah.

BACA JUGA :   TMMD 110 Bojonegoro, Bahan Baku Batu Untuk Perbaikan Jalan Mulai Didatangkan

“Saya sebagai anggota dewan waktu itu menyaksikan pelaksanaan pembukaan MTQ, di tahun 2006 lebih extravaganza dan spektakuler pembukaan nya”, Kata Aang melalui Komentar di halam FB miliknya.
Aang juga membandingkan sejumlah atraksi serta perlengkapan acara MTQ tahun 2023 dengan kegiatan serupa pada 17 tahun yang lalu.
“Kala itu riging dari penari yang luar biasa serta kostum yang keren, tidak seperti semalam para penari seperti memakai vitrace putih pelapis hordeng yang malah kelihatan seperti pocong,” Kutipnya di komentar.

Lebih lanjut dirinyapun menduga faktor yang mempengaruhi kurang greget nya acara pembukaan ajang islamic di Sarolangun, adalah minimnya kordinasi antara pemegang anggaran dalam hal ini kesra yang berkolaborasi dengan para OPD serta pihak Event Organizer (EO) selaku penanggung jawab acara yang memiliki dana 2,3 Milyar itu.

BACA JUGA :   Kakanwil Kemenkumham DKI Bersama YLBHI DKI Adakan Penyuluhan Hukum Gratis di Kelurahan Tambora

“2006 waktu itu spektakuler mulai dari tata lampu yang rapi dan keren, tidak seperti kemarin muka penyanyinya gak keliatan bahkan lighting nya seperti panggung organ tunggal,” imbuhnya di komentar (san)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses