Pentingnya Menjaga Rekam Jejak Digital

  • Bagikan

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Krisantus Kurniawan, mengingatkan kepada para pengguna internet untuk selalu menjaga rekam jejak digital. Pasalnya, rekam jejak digital juga berpengaruh terhadap masa depan seseorang.

Krisantus menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber dalam Seminar Merajut Nusantara yang digelar oleh BAKTI Kominfo bekerja sama dengan Komisi I DPR RI dengan tema “Pemanfaatan TIK dalam Rangka Melindungi Rekam Jejak Digital”, Rabu (9/2/2022).

Selain rekam jejak digital, kata Krisantus, data pribadi kita juga harus dijaga agar tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Beraktivitas di ruang digital harus diimbangi kesadaran untuk melindungi data pribadi kita. Kita harus mulai dari diri sendiri untuk menjaga dari data pribadi. Minimal 5W 1H,” kata Krisantus.

BACA JUGA :   THR dan TPK Sudah Cair, Pj Walikota : Jangan Lupa Zakat

Menurut Krisantus, tingkat ketergantungan kita terhadap internet saat ini sudah sangat tinggi. Bahkan, menurutnya, saat ini kita hampir tidak bisa hidup tanpa internet.

“Kita sekarang bayar apa-apa sudah lewat handphone,” ujarnya.

Meski begitu, kata Krisantus, sayangnya masyarakat kita masih banyak yang belum memiliki kesadaran soal data pribadi. Padahal, menurutnya, hal itu bisa berakibat fatal.

“Mari kita jaga data pribadi kita. Selalu bijak dan berhati-hati sebelum memberi data pribadi. Jangan sampai memberi data pribadi kepada orang yang tidak dikenal atau tidak berkepentingan. Hindari over sharing di media sosial,” ucapnya.

Sementara, pakar teknologi dan informasi, Kallamullah Ramli, mengungkapkan banyaknya kasus kebocoran yang dialami oleh perusahan maupun institusi. Bahkan, perusahan sekelas Unicorn juga pernah mengalami kebocoran data.

BACA JUGA :   TMMD Kodim Bojonegoro, Pembangunan Jalan Aspal Jatimulyo 'On Progress'

“Ilham Bintang pernah dibobol lewat mbangking. Ada juga warga yg kehilangan Rp500 juta lewat SIM card,” tuturnya.

Ia berharap, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim bisa mendorong adanya kurikulum siber. Karena, menurutnya, saat ini gadget semakin digunakan anak-anak.

“Dan di situ banyak risiko. Kemudian lanskap regulasi juga harus dilengkapi. Untuk itu UU PDP sangat penting. Perlu ada tindakan tegas kepada para pihak yang meneruskan data pribadi kita secara ilegal,” ucapnya.

Dalam seminar itu juga hadir influencer, Conchita Caroline. Ia dalam kesempatan itu menekankan pentingnya pemahaman literasi digital.

Dengan memahami literasi digital, kata dia, maka kita semakin bijak dalam menggunakan internet.

BACA JUGA :   Dugaan Money Politik"Ini Tanggapan Tim Kuasa Hukum AGK-YA

“Kita juga harus memahami rekam jejak digital,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses