JAKARTA – Penipuan kini semakin marak di tengah kecanggihan teknologi informasi. Salah satu modus penipuan itu dilakukan dengan cara menelepon calon korban. Untuk itu, kita wajib waspada dan jangan sembarangan mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal.
Demikian benang merah dalam Seminar Merajut Nusantara yang digelar BAKTI Kominfo bekerja sama dengan Komisi I DPR RI dengan tema “Pemanfaatan TIK Sebagai Sarana untuk Memahami dan Menghindari Penipuan Digital”, Selasa (8/2/2022).
Dalam seminar itu, hadir narasumber yakni anggota Komisi I DPR RI, Krisantus Kurniawan, Dewan Pengawas PFN, Niken Widiastuti, dan pelaku UMKM, Fanti Wahyu N.
Krisantus mengatakan, modus penipuan melalui telepon bisa bermacam-macam, salah satunya hipnotis. Menurutnya, para penipu kadang juga memanfaatkan kondisi psikologis calon korban untuk melancarkan aksinya.
“Jangan pernah mengangkat telepon yang nomornya tidak kita ketahui. Bisa jadi itu hipnotis. Di Kalimantan Barat ini sudah banyak korbannya,” kata Krisantus.
Senada juga disampaikan Niken Widiastuti. Menurutnya, tidak semua informasi di media sosial positif. Pasalnya, banyak informasi di media sosial justru negatif.
“Bahkan banyak penipuan di media sosial. Ini yang perlu kita waspadai,” katanya.
Niken juga mengingatkan untuk tidak menyebarkan data pribadi di media sosial, termasuk Facebook.
“Jangan sampai di Facebook, media sosial kita menampakkan data pribadi kita. Jangan sampai orang tahu data kita,” ucap Niken.
Sementara, pelaku UMKM, Fanti Wahyu N, menjelaskan, panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal seringkali menawarkan asuransi dari bank. Namun, menurutnya, tidak sedikit juga untuk modus penipuan.
“Ada juga penipuan yang mengatasnamakan dari bank. Kadang alasannya untuk memperbaharui data. Enggak ada itu. Makanya kita harus waspada. Penipu sering memainkan psikologi korban,” kata Wanti.
“Jangan mengunggah data pribadi di medsos. Jangan sembarangan juga mengunduh aplikasi di smartphone. Perhatkan alamat email kalau dapat promo. Jangan tergiur diskon. Rajin update sistem dan antivirus,” paparnya.
















