MESUJI LAMPUNG – Bekerja sama dengan dinas KB dan IBI Pengcab mesuji dalam rangka HUT IBI ke-70 dan Harganas (hari keluarga nasional) dinas kesehatan perintahkan 13 puskesmas untuk melakukan testing (pemeriksaan covid 19) terhadap akseptor atau peserta KB yang akan mendapatkan pelayanan KB, sekaligus layanan bakti sosial seperti pemeriksaan gula darah.
Dalam penyelenggaraan bakti sosial turut hadir Bapak Bupati Mesuji Saply Th dan Ibu Bupati di Puskesmas wirabangun dan Puskesmas Hadimulyo. Di Puskesmas Wirabangun ,Bupati ikut ambil bagian dalam layanan pemeriksaan Gula darah dan kolesterol 24-6-2021.
Dalam penyelenggaraannya didapatkan hasil dari beberapa puskesmas, puskesmas tri karya Mulya dari 42 akseptor yang melakukan testing covid 19 (0) yang reaktif, puskesmas Hadi mulyo dari 39 yang melakukan testing covid 19 (0) reaktif, puskesmas bukoposo dari 52 yang melakukan testing covid 19 (0) reaktif berbeda dengan puskesmas margojadi dari 78 akseptor KB yang dilakukan testing ditemukan 3 pasien reaktif antigen.
Sama halnya dengan puskesmas Brabasan dari 56 akseptor yang di lakukan screening KB terdapat 6 pasien reaktif anti bodi. Tanjung mas makmur 35 akseptor ( 0) reaktif, wirabangun dari 33 akseptor (0) reaktif begitu halnya denganAdi luhur 11 akseptor (0)reaktif. (Laporan harian puskesmas)
Kepala dinas kesehatan juga menegaskan puskesmas harus aktif dalam melakukan testing dan tracking untuk tingkatkan temuan kasus covid 19 karena semakin banyak ditemukan akan dapat membantu pemerintah kabupaten dalam memutus mata rantai penularan covid 19.
Dalam kesempatan yang sama kepala Puskesmas Brabasan yuziyatika, amd.keb menjelaskan untuk akseptor KB dengan hasil antibodi reaktif di tunda pemasangan alat kontrasepsinya dan dilakukan konseling oleh dokter untuk isolasi mandiri dan diberikan vitamin.
Kadis kesehatan juga menegaskan setiap pasien dengan hasil repid antigen dan repid antibodi reaktif agar melakukan isolasi mandiri selama 10 hari.Pungkasnya (Dyah,Erwan)

















