JAMBI – Warga Desa Pauh Menang, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, digegerkan penemuan Kerangka Manusia di kebun sawit, Senin (22/03/2021) sekira pukul 06.30 WIB.
Informasi dirangkum DimensiNews, kerangka manusia itu ditemukan oleh salah satu warga bernama Bono, yang hendak memanen sawit, ia melihat sehelai kain di sekitar sumur yang berada di kebun sawit tersebut.
Merasa penasaran, Bono langsung memeriksa kain tersebut, dan ternyata ada tulang manusia di dalam kain, lalu ia mengabarkan kepada warga Desa Pauh Menang.
Mendapat informasi tersebut, salah satu warga memberitahukan kepada warga yang bernama Reno, yang pernah kehilangan salah satu anggota keluarganya pada lima bulan lalu.
Dan warga bernama Reno lalu mengecek kebenaran yang dikatakan Bono, setelah tiba di lokasi tersebut Reno membenarkan bahwa kain dan sandal itu adalah milik neneknya yang hilang, lalu pihak keluarga menghubungi anggota Polsek Pamenang.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Pemenang IPTU Fatkur Rohman membenarkan penemuan kerangka manusia di kebun sawit. Menurutnya, anggota Polsek telah melakukan evakuasi kerangka manusia tersebut.
“Benar, ada penemuan kerangka manusia, dan kita juga membuat surat pernyataan dari pihak keluarga bahwa menolak dilakukan autopsi,” ujarnya.
Fatkur menyebutkan, bahwa kerangka manusia tersebut adalah wanita lanjut usia berumur 80 bernama Sukarni yang hilang sejak 2 Oktober 2020 sekira pukul 17.00 Wib
” Kerangka manusia yang ditemukan di kebun sawit kerangka wanita Lansia, bernama Sukarni, anggota personil sudah melakukan evakuasi kerangka tersebut,” sebutnya.
Selanjutnya, Fatkur menceritakan, kejadian berawal, saat korban sedang berada di rumah anaknya yang bernama Joko di RT. 5 Desa Pauh Menang, sorenya korban hendak pulang ke rumahnya yang berada di RT. 12.
Korban pulang sendirian dengan berjalan kaki, akan tetapi hingga pukul 18.30 WIB korban tak juga sampai di rumahnya.
Lalu anaknya yang lain bernama Supiyo mencari ibunya ke rumah Joko namun, Joko menerangkan bahwa Ibu mereka sekira pukul 17.00 WIB sudah pulang.
“Mendengarkan keterangan Joko kemudian pihak keluarga bersama warga lain mencari korban, yang memang diketahui telah pikun karena faktor usia. Pencarian tersebut oleh warga bersama sama aparat desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa selama satu minggu namun tak ditemukan, dan kesepakatan bersama pencarian dihentikan,” cetusnya.*(Barax)
















