DimensiNews.co.id, TANGERANG- pengosongan lahan yang akan digunakan buat JORR II di wilayah Kp Baru RT02/01Kecamatan Benda diwarnai isak tangis dan benturan dengan aparat, Selasa (1/9/2020).
Aas salah seorang warga RT 02/01 Kp Baru, Kecamatan Benda, menolak dibantu oleh petugas untuk mengemas barang-barangnya saat pengosongan lahan yang rencananya akan digunakan untuk proyek jalan tol.
Dirinya beralasan, dengan kedatangan juru sita dan beberapa polisi berpakaian lengkap justru malah menambah kepedihan bagi dirinya dan keluarganya, terlebih saat ini putrinya yang masih anak-anak mengalami trauma dengan kehadiran petugas yang hendak menggusur rumah yang telah ditempatinya selama 30 tahun.
“Saya tau bapak juru sita dari PN, anak saya korban, nggak usah dibantuin saya akan ini (kemas) sendiri, nggak usah! Bapak bapak kesana aja, anak saya korban pak, saya mohon pak RT aja yang bantu saya, saya ngga mau, anak saya trauma,” kata Aas seraya memohon agar puluhan petugas yang berpakaian lengkap tersebut pergi.
Meski kecewa rumahnya diratakan dengan tanah, Aas mengaku lebih memilih pasrah agar putrinya pulih dari trauma yang dialaminya tersebut.
Pasalnya sebelum proses eksekusi, putrinya tersebut seringkali menyaksikan langsung perlakuan kasar dari para oknum yang diduga melakukan intimidasi agar warga secepatnya menerima hasil putusan pengadilan yang dinilai warga tidak mencerminkan keadilan.
















