Pemda dan 7 Kades Lingkar Tambang Gelar Rapat Tertutup di Tekindo

  • Bagikan

 

DimensiNews.co.id HALMAHERA TENGAH – Sejumlah Pemuda lingkar tambang Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah kepada dimensiNews.co.id mengaku kesal dengan sikap pihak perusahaan Tekindo Energi

Yang mana dikabarkan menggelar rapat secara tertutup bersama 7 orang Kepala Desa di lingkar tambang serta melibatkan Pemerintah Daerah melalui Staf Ahli Bupati Saiful Samad,” ungkap Sekjen Foorum Komunikasi Pemuda Weda Tengah (FOKE) Janwar Surahman.

Janwar mengaku sangat menyesalkan pertemuan tertutup yang di fasilitas oleh PT. Tekindo Energi bersama 7 kades Weda tengah dan Pemkab Halteng sebab isu yang beredar katanya pertemuan itu membahas soal Fee pengapalan dan mendirikan departemen CSR.

Padahal menurutnya, dari awalnya tepat tanggal 28 November 2017 lalu pemuda Weda tengah yang berkoar-koar menyuarakan persoalan ini namun pada saat pembahasan tidak melibatkan pemuda Weda tengah. Ini yang kami sesalkan,” ujarnya.

BACA JUGA :   Manfaatkan Dana GDM, 69 Warga Sirih Sekapur Terima Bantuan Covid-19

“Bukan cuman persoalan Fee kapal dan departemen CSR yang menjadi persoalan di PT Tekindo Energi tapi tenaga kerja yang tidak merata juga olehnya itu perusahaan harus memiliki 7 orang humas perwakilan dari 7 desa di weda tengah,

Perbaikan jalan poros Lukulamo Trans Kobe, itu juga harus menjadi item pembahasan bersama dan yang paling kongkrit sampai saat ini perusahaan tidak melibatkan masyarakat Kobe, sawai itepo sebagai tenaga kerja di PT Tekindo Energi baik skil maupun nonskil,” pintahnya.

Jika sistem penyelesaian masalah yang di lakukan PT. Tekindo Energi terhadap tuntutan masyarakat di weda tengah seperti ini maka kami pemuda Weda Tengah akan turun ke kembali kejalan menuntut usir pimpinan dan penanggung jawab di PT Tekindo Energi Site Lelilef angkat kaki dari weda tengah,” tegasnya.

BACA JUGA :   Arief Tinjau Tanggul Serta Saluran di Kecamatan Periuk

Terpisah pihak Humas PT Tekindo Energi Pak Ali ketika dihubungi kepada www.dimensinews.co.id tadi mengaku bahwa pembahasan itu hanya pembahasan CSR, selain itu saya tidak tahu karena saya sudah keluar ruangan,” akunya.

Staf Ahli Bupati Saiful Samad ketika dihubungi via telpon mengaku bahwa pihak perusahaan bersama 7 Kades lingkar tambang membahas soal dana CSR karena belum lama ini sudah ditanyakan pihak DPRD sehingga Selasa, (23/4/2018) kemarin dilakukan rapat soal itu. Lebih jelasnya dikonfirmasi kepada 7 Kepala Desa lingkar Tambang,” terangnya.

 

 

Laporan Reporter : Ode

Editot.                     : Red DN

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.