oleh

Geger, Pemuda di Tasikmalaya Bersumpah Tak Mencuri Ponsel dengan Menginjak Al Quran

DimensiNews.co.id, TASIKMALAYA- Video yang menunjukkan aksi penginjakan Al Qur’an oleh seorang pemuda di Tasikmalaya saat diminta bersumpah tak mencuri ponsel dan laptop milik warga, menjadi viral di media sosial.

Aksi pemuda itu dinilai telah melakukan pelecehan agama. Sebab, bukannya menempatkan Alquran di atas kepala saat bersumpah, ia malah menginjaknya.

Setelah video itu viral, warga Tasikmalaya, Jawa Barat, melaporkan aksi pemuda tersebut ke aparat kepolisian dengan tuduhan penistaan agama.

Kapolres Tasikmalaya Ajun Komisaris Besar Hendria Lesma membenarkan kejadian tersebut, kini pelaku berinisial HM (31) telah diamankan.

“HM sudah kami amankan pada hari Minggu (10/5) akhir pekan lalu. Dia ditangkap karena aksi tak terpuji itu,” kata Hendria, Selasa (12/5/2020).

Dia menjelaskan, aksi penginjakan kitab suci umat islam dilakukan HM di rumah saudaranya DK di Kampung Warung Cikopi, Desa Salebu, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (9/5).

Kejadian tersebut berawal saat masyarakat sekitar termasuk RT/RW bermusyawarah terkait pencurian laptop dan ponsel milik A yang tak lain saudaranya HM. Sementara, pencurian itu sendiri diduga dilakukan HM.

Setelah musyawarah berlangsung cukup lama, HM mengaku telah mencuri laptop A. Namun, HM menegaskan dirinya tak mencuri telepon genggam.

“Jadi untuk meyakinkan orang yang hadir di situ, si pelaku ini berani sumpah Alquran. Saat Alquran ada, langsung diinjak,” kata Hendria.

Aksi penginjakan Al Quran menjadi viral di media sosial, setelah kejadian tersebut direkam oleh salah seorang keluarganya berinisial ZN (25) yang saat itu berada di lokasi.

“Kasus ini menjadi viral, karena ada unggahan di media sosial Facebook. Pelakunya juga kami amankan sekarang untuk dimintakan keterangan,” kata Hendria.

Akibat perbuatannya itu, polisi menerapkan pasal yang berbeda kepada kedua pelaku. Untuk tersangka HM diancam Pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman kurungan lima tahun penjara.

Sementara untuk tersangka ZN dikenakan pasal 45 a Undang-undang nomor 19 tahun 2016 atas perubahan Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed