by

43 Berita Hoax Terkait Virus Corona dan Lock Down Akan Diproses Polda Metro Jaya

DimensiNews.co.id, JAKARTA – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, dan Polres Bandara Soekarno-Hatta telah memproses 43 kasus hoax terkait penyebaran virus corana atau Covid-19 dan lock down.

“Kemarin sudah disampaikan Pak Kapolda, bahwa kepolisian akan terus giat menangkap pelaku yang bermain-main menyebarkan berita hoax, di saat situasi menghadapi covid 19,” Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Senin (30/3/2020).

Yusri mengatakan bahwa dari 43 kasus hoax yang diungkap dan dirilis hanya 3, yang pertama pemberitaan terkait lock down yang dilakukan seseorang berinisial AOI.

“Penyebaran berita hoax terkait isu lockdown dengan judul ‘DATA TOL YANG DITUTUP ARAH DKl JAKARTA’ dengan mencantumkan logo Polda Metro Jaya dan logo Fungsi Biro Operasional Kepolisian informasi disebar pada 23 Maret 2020,” jelas Yusri.

Setelah dilakukan penelusuran oleh Subdit IV Tipid Siber Polda Metro Jaya, ditemukan bahwa yang melakukan penyebaran pertama kali adalah pemilik nomor 083822665158 yang kemudian diketahui bahwa nomor tersebut adalah milik dan/atau atas tersangka AOI.

Yang kedua mengenai rekaman video yang viral tentang menginformasikan bahwa seolah-olah telah adanya korban oleh virus corona di PGC yang membuat resah masyarakat.

“Setelah dilakukan penelusuran dan penyelidikan ditemukan bahwa yang merekam dan menyebarkan pertama kali adalah tersangka seorang karyawati berinisial A. Tersangka membuat rekaman video berdurasi 20 detik,” ungkap Yusri.

Kemudian yang ketiga, ditemukan adanya konten pada media sosial yang mengandung berita hoax terkait penyebaran virus corona di Bandara Soekarno Hatta yang pertama kali dimuat pada tanggal 27 Januari 2020 dengan kalimat ‘Virus Corona Masuk Soekarno Hatta’ dengan menyertakan gambar/foto terkait adanya seorang wanita yang terbaring di area Terminal Bandara Internasional Soekarno Hatta yang dilakukan tersangka R.

“Hasil penyelidikan ditemukan fakta bahwa kejadian pada foto tersebut sesungguhnya adalah kejadian pada tanggal 26 Februari dimana wanita yang ada di dalam foto tersebut mengalami gagal jantung, pada saat akan berangkat menuju Jeddah Arab Saudi untuk melaksanakan Umrah,” ungkap Yusri.

“Kami akan terus memantau pemberitaan-pemberitaan di media sosial melalui media siber dan akan melakukan tindakan tegas terhadap penyebar berita bohong,” tegas Dirreskrimsus PMJ Kombes, Iwan Kurniawan.

Para tersangka dijerat dengan pasal 28 ayat (1) Jo pasal 45A ayat (1) dan/atau pasal 32 ayat (1) Jo pasal 48 ayat (1) dan/atau pasal 35 Jo 51 ayat (1) UndangUndang Nomor.19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor.11 tahun 2008 tentang lnformasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (Ester)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed