by

Bosan Social Distancing, Warga Warakas Tawuran Hingga Tewaskan 1 Orang

DimensiNews.co.id JAKARTA – Bosan karena kegiatan belajar dialihkan di rumah, sejumlah anak di wilayah Kecamatan Tanjung Priok malah menggelar tawuran antar kelompok. Celakanya, tawuran mengakibatkan salah seorang anak berinisial MHM (14).

Kepala Kepolisian Sektor Tanjung Priok, Kompol Budi Cahyono menjelaskan, tawuran berawal dari saling ejek di media sosial. Kemudian kelompok pelaku dan korban janjian bertemu di Kolong Tol Jl Warakas VI Gang 17 Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (18/3) sekitar pukul 17.00.

“Kelompok korban yang sedang main futsal diolok-olok melalui media sosial. Akhirnya mereka janjian dan bertemu di kolong tol itu,” katanya, Senin (23/3).

Dilanjutkan Budi, kedua belah pihak telah mempersiapkan diri dan menaruh sejumlah senjata tajam di lokasi tawuran. Setelah bertemu, antara korban dan pelaku yang berinisial HF (14) berduel.

Korban yang memegang clurit sempat melukai bagian telunjuk tangan kiri HF. Selanjutnya, pelaku yang juga memegang clurit membalas serangan dan mengenai bagian pinggang kiri hingga menembus perut korban.

Setelah terluka, korban sempat dievakuasi warga ke RSUD Koja. Sedangkan pelaku serta pelaku tawuran lainnya diamankan warga dan petugas.

Nahas, korban yang sempat dirawat selama beberapa jam itu nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal Rabu (18/3) pukul 23.00. Pihak keluarga korban pun melaporkan kejadian ke Polsek Tanjung Priok sehingga pelaku pun diamankan oleh pihak kepolisian.

Dari hasil interogasi yang dilakukan pihak Kepolisian, baru diketahui kelompok korban dan pelaku merupakan pelajar di sekolah yang sama. Mereka merupakan pelajar di salah satu sekolah swasta di wilayah Kecamatan Tanjung Priok, namun berlainan komunitas.

Berdasarkan keterangan pelaku serta saksi-saksi yang terlibat, mereka melakukan tawuran lantaran jenuh dan mencari hiburan di masa Distancing Sosial diberlakukan. Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan ancaman pasal 351 ayat 3 penganiayaan berat mengakibatkan meninggalnya orang lain dengan hukuman maksimal 9 tahun penjara.

“Anak-anak ini harusnya di rumah malah cari kegiatan sendiri, jadi tawuran ini buat hiburan mereka. Kita harap ini jadi pembelajaran agar orang tua lebih mengawasi anak,” tandasnya.(Fir)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed