Jenazah Dua Mahasiswa UNS yang Tewas di Wakatobi Dipulangkan

  • Bagikan

DIMENSINEWS.CO.ID – SOLO — Jenazah dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tewas terseret pusaran air laut usai pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Wakatobi, Sulawesi Tenggara dipulangkan ke tempat asalnya hari ini, Selasa (27/2).

WakilRektor III UNS, Darsono mengatakan, kampus telah mengirimkan tim untuk mengawal kepulangan dua jenazah mahasiswa UNS dari Wakatobi.

mengikuti KKN, pihak kampus akan memberikan hak-hak mahasiswanya.

Kata Darsono, pihak kampus telah menyiapkan dana santunan kasih untuk keluarga korban. Selain itu, jelas Darsono pihak kampus akan mengurus terkait asuransi dua korban.

“Karena memang setiap peserta KKN ada asuransinya, besarnya kami belum tahu,” katanya.

Sebagai bahan evaluasi, ke depannya pihak kampus akan memperketat aturan terkait pelaksanaan KKN mahasiswanya. Di antaranya, yakni memberlakukan surat pernyataan yang wajib ditandatangani mahasiswa dan orang tua sehingga mengetahui jadwal pelaksanaan KKN.

BACA JUGA :   1 Ton Ikan Hasil Budidaya Polda Banten Dibagikan kepada Warga Terdampak Covid-19

“Ini pembelajaran, perlu ada regulasi yang lebih ketat berkaitan dengan kemungkinan penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan mahasiswa terkait jadwal di luar KKN,” katanya.

Meninggalnya dua mahasiswa UNS terjadi pada Senin (26/2). Usai ditutupnya KKN yang berlangsung di Desa Lefuto, Kaledupa, Wakatobi sejak 23 Februari. Sebanyak 7 mahasiswa memilih untuk berlibur sejenak di pulau Wangi-Wangi tanpa melapor ke dosen pembimbing.

Setelah sampai pulau Wangi-Wangi dua mahasiswa lainya menyusul ke pulau tersebut. Malang, saat kesembilan mahasiswa melakukan olahraga snorkling, tiga orang mahasiswa terseret oleh pusaran air laut.

Dua orang mahasiswa, yakni Aji Nur Rohman dan Fadlan Akhyar tak mampu menyelamatkan diri hingga tewas terseret pusaran air. (Reno/rol)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses