by

Tersangka Penganiayaan Diserahkan Orangtuanya ke Polsek Neglasari

DimensiNews.co.id, KOTA TANGERANG – AN terduga pelaku penganiayaan bersama rekannya Hans dan Santa sudah diamankan oleh jajaran Reskrim Polsek Neglasari pada Ahad kemarin (16/2/2020).

“Tersangka AN diantar (diserahkan) langsung oleh orang tuanya yakni Kompol Sudik Riono ke piket Reskrim,” ujar Kapolsek Neglasari Kompol Robinson Manurung kepada wartawan di Aula Mapolsek, Selasa (18/2/2020).

Saat ini tersangka AN sedang menjalani pemeriksaan terkait peran sertanya dalam penganiayaan yang diduga dilakukan kepada korban Ki Kiong yang juga merupakan tersangka dari kasus penggelapan yang dilaporkan oleh tersangka Hans.

“Kasus ini merupakan kasus saling lapor, dimana berawal dari kasus penggelapan unit mobil sewaan dari usaha rental Hans yang digelapkan oleh Ki Kiong. Kemudian terlapor mengalami penganiayaan oleh yang sebelumnya korban yang sekarang juga telah menjadi tersangka,” jelas Robinson.

Saat ini pihaknya terus mengembangkan kasus tersebut, termasuk pencarian terhadap Ki Kiong atas laporan penggelapan yang dialami oleh Hans.

“Untuk kasus penganiayaan, tersangka AN sudah dilakukan penahanan tertanggal 17 Februari kemarin, dan sudah berada di polsek menjalani pemeriksaan. Untuk tersangka lainnya sedang dilakukan pencarian termasuk Ki Kiong,” tegasnya.

Namun terkait informasi adanya dua orang mengaku sebagai anggota Buser Polsek Neglasari yang datang ke tempat kerjaan AN, Robinson melakukan pembantahan.

“Tidak ada anggota kami yang ke sana terkait yang mengaku anggota Buser tersebut, biarkan pihak korban yang melaporkan lantaran berbeda wilayah hukum,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, AN saat ditanya terkait orang yang datang ke tempat kerjanya di kawasan bandara dan mengaku anggota Buser membenarkan hal tersebut.

“Saya diparanin ke tempat kerjaan dan ketemu dengan direktur utama saya. Mereka mengaku sebagai anggota Buser, namun saat dimintai kartu anggota dan surat penangkapan tidak bisa menunjukkan,” ujar AN.

“Lantaran tidak bisa menunjukkan hal tersebut, atasan saya tidak membolehkan untuk dibawa kedua orang berinisial D dan J yang mengaku sebagai anggota tersebut. Karena curiga, kemudian orang tua saya datang sehingga terjadi tari-tarikan lantaran orang tua saya tidak mau kedua orang tersebut membawa saya. Dan telah melaporkan hal tersebut ke Polres Bandara,” bebernya.

Secara terpisah, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kasat Reskrim Polres Bandara Kompol Akhmad Alexander Yurikho Hadi membenarkan adanya laporan tersebut.

“Atas nama pelapor SR kemarin melaporkan terkait dugaan tindak pidana yang merugikan pihaknya, namun untuk inisial yang dilaporkan masih dalam penyelidikan. Karena siapapun boleh melaporkan apapun dan kapanpun di Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Kompol Alexander melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (15/2) lalu.

Disebut Mengaku-ngaku Buser, Ini Pengakuan Dharma

Di tempat terpisah, Dharma yang tidak lain adalah paman dari Ki Kiong (korban penganiayaan) membantah pernyataan AN yang menyebut dirinya mengaku-ngaku Buser saat mendatangi tempat kerja AN.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed