by

Tak Diberi Akses Aula Oleh Pengembang, P3SRS Rusunami City Park Gelar Pemilihan Panmus di Halaman

DimensiNews.co.id, JAKARTA – Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Rusunami City Park Cengkareng menyelenggarakan pemilihan Panitia Musyawarah (Panmus) pada Sabtu siang (14/12/2019).

Namun ironisnya, mereka melakukan pemilihan di halaman Rusunami karena tidak diberikan akses masuk ke dalam aula karena terjadi perselisihan kepengurusan dengan pihak pengelola.

Meski demikian, kegiatan tersebut terus dilakukan walau dengan keterbatasan sarana yang tidak memadai serta memutuskan Hery Mulya Raharjo sebagai Ketua Panmus yang nantinya akan melakukan pemilihan kepengurusan P3SRS yang baru.

“Mengenai pemilihan pengurus P3SRS kita akan lakukan sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 132 Tahun 2018 tentang Pembinaan Pengelolaan Rumah Susun Milik. Karena peraturan itu begitu banyak, sehingga tidak dapat dilakukan secara terburu-buru,” ujar Hery kepada DimensiNews di lokasi pemilihan, Sabtu (14/13).

Menurut Hery, dengan adanya pemilihan Panmus ini kedepan dapat memberikan kepastian hukum yang jelas terhadap tata kelola Rusunami City Park. Meskipun dengan sarana dan kehadiran warga yang terbatas, segala persyaratan telah terpenuhi baik dari panitia, warga, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, dan beberapa pejabat wilayah setempat serta dari TNI dan Kepolisian.

“Segala persyaratan telah kami penuhi, kami berharap kedepan pengelolaan Rusunami City Park ini dapat lebih baik lagi agar kami sebagai warga penghuni di sini dapat hidup tenteram, aman, dan damai sebagaimana harapan semua warga di sini,” terang Hery selaku Ketua Panmus terpilih.

Sementara itu, Hisbullah selaku Staff Bidang Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, pihaknya hanya menjalankan amanat Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 132 tahun 2018 tentang Pembinaan Rusunami.

“Kami di sini hanya menjalankan amanat Perpu dan Pergub, agar dalam pengelolaan rumah susun tidak timbul serta terjadi pro dan kontra antar warga itu sendiri. Kita berharap semua warga bersatu padu dalam melaksanakan pengelolaan rumah susun sebagaimana hunian yang mereka tinggali, agar hunian itu nyaman, tenteram, dan damai di lingkungan rumah susun,” ujar Hisbullah.

Menanggapi masih adanya gugatan oleh dua orang warga di Pengadilan Negeri Jakarta Barat saat ini, Hisbullah menanggapi santai hal itu. Karena menurutnya, proses hukum adalah hak warga negara apabila merasa dirugikan kepentingannya.

“Soal gugatan silahkan saja, konteks dari kegiatan ini berbeda, saat ini kita menjalankan Pergub. Biarlah proses gugatan itu berjalan sesuai aturannya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, konflik panjang antara pengembang Rusunami City Park dengan PPPSRS ini sudah bertahun-tahun terjadi dan tidak kunjung ada penyelesaian. Tarik menarik kepentingan diduga menjadi pemicu sengketa berkepanjangan dalam pengelolaan Rusunami tersebut. Ada dugaan terdapat pihak yang dengan sengaja tidak bersedia melepaskan pengelolaan manajemen Rusunami yang mencapai miliaran rupiah perbulannya itu. (rn)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed