by

Mendekati Natal dan Tahun Baru 2020 Okupansi Hotel di Kota Batu 60 Persen

DimensiNews.co.id, BATU – Tinggal menghitung hari, heroik akhir tahun 2019 segera dirayakan. Namun, Okupansi atau jumlah kamar yang sudah terboking untuk sejumlah hotel di Kota Batu masih mencapai 60 persen.

Padahal, untuk memanjakan tamu saat menyambut Tahun Baru 2020, hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kota Batu telah mendatangkan artis ibukota. Selain itu, konsep ala Eropa dan resep menu makanan baru juga bakal disajikan.

“Penyebab dari kondisi Okupansi hotel mencapai 60 persen itu bervariasi, kalau kita ambil rata-rata memang 60 persen untuk tahun ini,” kata Wakil Ketua PHRI Kota Batu, Titik S. Ariyanto, Rabu (11/12/2019) sore, saat pertemuan PHRI di Bata Merah Guest House & Camping Groung Kota Batu.

Menurut dia, kondisi saat ini memang pilihan sangat banyak sehingga persaingan juga sangat ketat. Tidak hanya di Kota Batu saja ada villa dan homestay tetapi di daerah Malang juga banyak.

“Saya yakin, pada saatnya mungkin tanggal 2 nanti, hotel di Kota Batu akan penuh. Tetapi, kembali lagi persaingan di Kota Batu sangat ketat sekali untuk tahun ini,” ujar dia.

Dibandingkan tahun lalu, diakui olehnya, memang untuk tahun ini cukup berat. Oleh sebab itu, lanjut Titik, harus ada evaluasi secara general untuk mencari penyebabnya, karena fakta yang ditunjukkan dari data lapangan menunjukkan jumlah pengunjung wisatawan yang datang ke Kota Batu meningkat cukup bagus.

“Pastinya, ada sesuatu yang harus kita pelajari. Apakah banyak hotel yang bermunculan, atau ada banyak homestay banyak bermunculan juga yang mudah dijual secara online. Bagaimana regulasinya, kita tunggu dari pemerintah setempat,” jelas Titik.

Disoal mengenai persaingan hotel, kembali diutarakan olehnya, sebenarnya tahun lalu sudah ada komunikasi dengan Pemkot Batu dan hearing juga dilakukan bersama DPRD Kota Batu. Dia berharap, ada moratorium untuk pendirian hotel baru.

“Kita akan duduk bareng evaluasi bersama, regulasi apa yang akan dibuat oleh pemerintah, minta tolong supaya PHRI dilibatkan. Jangan nanti disampaikan ke kita nggak ngasih ijin hotel untuk bintang tiga, tapi ternyata dua minggu berikutnya sudah ada peresmian peletakan batu pertama. Kita hanya ada komitmen itu saja,” bebernya.

Seperti diketahui, tidak semua hotel di Kota Batu tergabung di PHRI. Untuk saat ini, jumlah anggota yang tergabung 76, dan dari jumlah tersebut 43 anggota resmi dan aktif, untuk 33 sisanya tidak aktif.

Sementara, Desember tahun ini merupakan akhir dari masa kepengurusan PHRI Kota Batu periode sekarang, dan Januari 2020 mendatang akan digelar Muscab untuk mencari ketua yang baru periode 2020-2025.

“Dari jumlah anggota PHRI yang tidak aktif akan menjadi pekerjaan rumah kepengurusan PHRI yang baru mendatang. Dan, dari Ketua PHRI yang baru terpilih saat Muscab nanti, ditambah dengan anggota DPRD Kota Batu yang baru, akan menjadi pekerjaan rumah bagaimana mereka semua mengkondisikan pelaku bisnis perhotelan bisa berjalan dengan lancar,” pungkas dia.(put)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment

News Feed