Cegah Penularan Penyakit Difteri Kasudin Kesehatan Jakarta Barat Gencar Lakukan Sosialisai ORI

  • Bagikan

 

DimensiNews.co.id JAKARTA – Meluasnya bakteri Penyakit Difteri yang kapan saat saja bisa mengancam kesehatan bagi masyarakat luas, membuat Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat gencarkan melakukan sosialisasi kegiatan pencegahan bakteri menular tersebut melalui Program Pencegahan ORI terhadap masyarakat mulai anak usia 1 tahun hingga 19 tahun.di seluruh wilayah kota adminitrasi jakarta barat.

Kegiatan pencegahan bakteri menular tersebut terus dilangsungkan sejak awal Februari hingga Desember 2017 ini semua stekholders terus bergerak secara masif untuk memberikan upaya pencegahan terhadap penularan bakteri Difetri.
oleh suku dinas kesehatan jakarta barat.

Kepala Suku dinas kesehatan Kota Administrasi Jakarta Barat Dr.Winingtiyas P Rini MARS menjelaskan,”Kami mencatat ada 14 kasus penyakit difteri yang menimpa anak dari usia 3 tahun hingga berumur 38 tahun.di tahun 2017 ,Mereka tercatat dari tujuh Kecamatan yaitu Kecamatan Kalideres, Kembangan, Tambora, Taman Sari, Kebon Jeruk dan Kecamatan Cengkareng.

BACA JUGA :   Khusus Hari Keenam, Pelanggar Operasi Zebra di Tidore Sebanyak Ini

“Penyakit Difteri ini merupakan penyakit kejadian Luar Basa,sebenarnya bisa menular kepada orang usia berapa saja yang di sebabkan oleh Bakteri Corynebacterium Diphteride,bisa menular melalui udara dan juga bisa melalui air liur lawan bicara,ataupun bisa juga melalui pwrnafasan katanya.Jumat, (15/12/2017 ).

Dr. Weningtyas juga menambahkan, bila bakteri Corynebacterium Diphteride merupakan bakteri yang membahayakan itu, juga dapat menyebabkan penyakit difteri berdampak pada pembentukan selaput putih di tenggorokan, dan berakibat dapat melumpuhkan otot jantung serta melemahkan kondisi tubuh dan mengganggu saluran pernafasan.

“Selaput putih yang tumbuh berkembang di rongga tenggorokan itu Susah untuk dibersihkan, jika dibersihkan maka nantinya akan mengeluarkan darah,” jelas Kasudin Kesehatan.

BACA JUGA :   Syamsu Rizal Hadirkan Ahli Asal USU, Berikut Penyampaiannya

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat di banto juga oleh ikatan dokter indonesia (IDI) ikatan dokter bayi (IDBAY) Dan dokter dokter di seluruh puskesmas sejakarta barat untuk terus melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat melalui program Outbreak Responses Immunisasi (ORI)

Dalam rangka pencegahan penyakit Difteri ini ada sekitar 727.263 jiwa yang menjadi target vaksin ORI sebagai pencegahan melalui imunisasi.

“Jadi pemberian Vaksin difteri ini interval dan setiap orang harus tiga kali pemberian vaksinnya.Pertama dilakukan pada bulan Desember ini kemudian pada bulan Januari setelah itu enam bulan kemudian bulan Juni kembali di Imunisasi,

Kasudin kesehatan peranserta masyarakat untuk ikut aktiv dalam menyikapi ancaman penyakit difteri ini dengan melakukan imunisasi yang di sosialisasikan oleh petugas kami di lapangan” tutupnya.(HL/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.