by

Bareskrim Polri Bongkar Perdagangan Orang Bermodus Tawarkan Beasiswa

DimensiNews.co.id JAKARTA – Bareskrim Polri membongkar Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ke Taiwan. Modus yang digunakan, menawarkan beasiswa sekolah sekaligus pekerjaan.

Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri Kombes Pol Agus Kuncoro menjelaskan, tersangka Mujiono dan Lukas meminta para korban untuk membayarkan uang administrasi keberangkatan hingga Rp 35 juta. Namun jika tidak mampu, pelaku bersedia menalanginya, dan akan dilunasi korban dengan potongan gaji saat di Taiwan.

Sebelum diberangkatkan, para korban ditampung lebih dahulu di Jakarta. Mereka juga memiliki komplotan WNA Taiwan yang datang berpura-pura mewawancarai korban terkait beasiswa kuliah.

“Untuk lebih meyakinkan para korban dan keluarga korban dimintakan persyaratan administrasi yang kurang lebih sama sebagaimana jika kita akan mendaftar kuliah. Dari mulai KTP, KK, ijazah, persetujuan orang tua sampai SKCK. Setelah semua lengkap mereka diberangkatkan ke Taiwan,” jelasnya, di Mabes Polri, Rabu (9/10/2019).

Namun sesampainya di Taiwan, korban yang hingga kini terdata 40 orang, dipekerjakan di pabrik Senin-Sabtu. Sindikat ini pun juga membuat kampus palsu untuk korban ‘kuliah’ di hari Minggu.

“Mereka hanya kuliah satu minggu satu kali, dijanjikan menerima uang sekira 27 ribu NT (mata uang Taiwan) tapi hanya menerima sekitar Rp 2 juta dan ada pula yang lebih parah karena tidak mendapatkan uang tersebut sama sekali sehingga melaporkan ke pihak yang berwajib termasuk kepada kita,” ungkapnya.

Permasalahan ini muncul setelah mereka bekerja dan tinggal di Taiwan selama 18 bulan, ternyata janji yang ditawarkan saat di Indonesia tidak sesuai kenyataannya. Hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan kasus dengan modus serupa dengan tujuan negara selain Taiwan.

Mabes Polri juga telah bekerja sama dengan pihak Kementerian Luar Negeri untuk menelusuri lebih jauh terkait jaringan para tersangka yang masih ada di Taiwan.

Atas perbuatannya, tersangka Mujiono dan Lukas diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 15 miliar.(Jie)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed