Pembangunan Sekolah di SDN Ciherang Disorot: Komite Sekolah Klaim Tanda Tangannya Dicatut

  • Bagikan
Pembangunan Sekolah di SDN Ciherang Disorot: Komite Sekolah Klaim Tanda Tangannya Dicatut.

SUKABUMI – Proyek pembangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciherang di Desa Gunungmalang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, senilai sekitar Rp1 miliar diduga bermasalah. Dana bantuan pemerintah pusat yang seharusnya menjadi angin segar bagi dunia pendidikan justru diwarnai dugaan praktik tidak transparan, termasuk pemalsuan tanda tangan di lingkup Panitia Pelaksana Sekolah Penerima (P2SP).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum kepala sekolah diduga mengelola proyek tersebut tanpa melibatkan komite sekolah. Padahal, komite sekolah sekaligus bertindak sebagai Ketua P2SP yang memiliki peran penting dalam pengawasan program revitalisasi.

“Kami sebagai P2SP tidak pernah dilibatkan. Bahkan, ada dugaan pemalsuan tanda tangan kami,” ungkap tokoh masyarakat yang ditunjuk sebagai Ketua P2SP kepada wartawan.

BACA JUGA :   Kehadiran Program TMMD Telah Merubah Desa Menjadi Lebih Baik

Ia mengaku baru menyadari kejanggalan setelah proyek berjalan dan melihat sejumlah berkas yang mencantumkan tanda tangannya tanpa pernah ia tanda tangani.

“Nama saya dicatut. Ini aneh. Dalam SOP P2SP, peran saya vital, mulai dari pelaporan, pemilihan kualitas barang, hingga pencairan dana dan pengadaan material,” ujarnya.

Indikasi Kongkalikong Konsultan dan Material

Kejanggalan lain yang menjadi sorotan adalah dugaan kongkalikong antara pihak sekolah dengan konsultan, terutama terkait pemilihan pemasok material. Material proyek diketahui dipasok dari Cisaat, Sukabumi, meski di wilayah Cikidang tersedia toko bahan bangunan yang seharusnya lebih sesuai dengan instruksi pemerintah untuk memberdayakan usaha lokal.

“Dari mulai Bintek (bimbingan teknis) saja kami tidak diajak. Untuk pengambilan material, kami tidak pernah menandatangani dokumen apa pun,” imbuh Ketua P2SP.

BACA JUGA :   Bupati Bersama Wakil Bupati OKU Selatan Berikan SK Remisi Umum Hari Kemerdekaan RI Ke78 Tahun 2023

Respons Kepala Sekolah dan Organisasi Guru

Ketika dikonfirmasi, pihak sekolah membenarkan bahwa pembelanjaan barang dan jasa memang bekerja sama dengan toko material di Cisaat.

“Untuk koordinasi lebih lanjut, silakan menemui pemilik toko tersebut,” kata kepala sekolah.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) mengaku kaget setelah menerima informasi dugaan penyimpangan ini.

“Saya akan berbicara langsung dengan kepala sekolah besok. Mohon agar berita ini belum tayang sebelum ada penjelasan resmi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) setempat. “Kami juga baru menerima informasi ini. Besok kami akan berkoordinasi lebih lanjut,” kata dia.

Proses Klarifikasi Masih Berjalan

Dugaan pemalsuan tanda tangan dan ketidaktransparanan dalam proyek pembangunan SDN Ciherang ini kini menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak meminta agar aparat terkait turun tangan untuk menelusuri dugaan penyimpangan tersebut demi menjaga integritas program revitalisasi sekolah.*(Asep)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses