KABUPATEN BEKASI – Bobrok dan buruknya atas kepemimpinan kepala Desa Karang Bahagia terlihat, dengan di gelarnya musyawarah di aula desa pada Jumat (29/12/2023) Atas aksi unjuk rasa para staf desa, kaur, kasi, linmas hingga tingkat RT yang honornya belum di terima beberapa bulan oleh kepada Desa Hamdani Atamam hingga saat ini.
Hal ini pun bukan kali pertama terjadi, gejolak upah tidak dibayarkan pada anggaran tahap dua,sekitar bulan September 2023, hal itu terjadi pada RT yang honornya di tahan 2 Bulan hingga kini belum di bayarkan sepenuhnya.
Hamdani Atamam kepala Desa Karang Bahagia saat digelarnya unjuk rasa hingga penyegelan kantor kepala desa yang dilakukan oleh pegawai dari pemerintah desa serta BPD, yang disaksikan oleh pemerintah tingkat kecamatan Karang Bahagia, tidak ada di kantor desa bahkan diduga menghindar dari tuntutan tersebut.Hingga tidak berani muncul atas gaduhnya pemerintah desa yang di pimpinnya.
Ironisnya, kepala desa karang bahagia seakan kebal dari hukum, pemerintah daerah hingga APH belum terlihat maupun belum terdengar turun tangan dengan adanya dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa yang di perbuat oleh sang kades.
Menjeritnya staf hingga tingkat RT yakni honor yang sudah lama di tunggu tak kunjung di berikan oleh kepala Desa, anehnya untuk tingkat BPD Itu sudah di cairkan honor tersebut.Jika di jumlah dengan nominal kurang lebih ratusan juta rupiah entah di kemenakan oleh Kepala Desa selaku penanggung jawab penuh pengguna anggaran.
Taji selaku Ketua BPD menerangkan, agenda hari ini tentang menuntutnya rekan rekan Pemerintah Desa (Pemdes) yang di saksikan langsung oleh Pemerintahan Kecamatan Karang Bahagia.
“Untuk perangkat desa diketahui sebesar 3 bulan yang belum di bayarkan honornya, sedangkan untuk RT RW 2 bulan yang belum di bayarkan honornya, dalam musyawarah ini yang di saksikan langsung oleh pak Camat Karnadi teman teman Pemdes meminta agar hal ini cepat di selesaikan.” Terangnya kepada media Jumat (29/12/2023).
Bukan hanya itu kata dia, teman teman juga meminta untuk di non aktifkan Kepala Desa yang sudah melakukan semena mena terhadap honor pemdes serta yang lainnya, tanpa ada keterangan sedikit pun dari pihak Kepala Desa.
“Saya juga selaku ketua BPD tidak tau sama sekali angggaran tersebut di kemanakan, ini bener bener di rahasiakan oleh kepala Desa, saya saja sangat sulit berkomunikasi dengan kades.” Ungkapnya kepada awak media.
Taji memaparkan, selama ini dirinya pun hanya berkomunikasi dengan siskeudes, pada rapat BPD di kala itu siskeudes akan membayarkan hak nya rekan rekan pemdes serta lainnya dari yang tertinggal hingga pada tahap ke 3 ini yaitu akhir tahun ini.
Dengan adanya aksi ini, Taji menduga kades sudah mengetahui sebelumnya, namun untuk keberadaan Kades sendiri tidak ada yang mengetahuinya, di karenakan sudah tidak adanya komunikasi dari kepala desa dengan BPD, sedangkan honor yang belum di bayarkan bisa mencapai ratusan juta.
Reporter : (TF)
















