HUT PMI Ke-78 Gelar Diskusi Bertema “Donor Gratis pas Butuh Bayar”

  • Bagikan

KOTA TANGERANG – Banyak pertanyaan sejumlah masyarakat ketika membutuhkan transfusi darah yang berhubungan dengan kondisi medis seperti kehilangan darah dalam jumlah besar disebabkan trauma, operasi, syok, dan tidak berfungsinya organ pembentuk sel darah merah.

Tetapi untuk mendapatkan sekantong darah yang dibutuhkan, masyarakat harus membayar mahal. Padahal pendonor itu memberikan darahnya secara sukarela alias gratis.

Maka, sebenarnya kebutuhan kantong darah sejatinya bisa diberikan secara gratis untuk masyarakat asalkan ada intervensi kuat dari pemerintah daerah tentunya melalui subsidi kepada lembaga palang merah Indonesia (PMI).

Jawaban itu terungkap melalui diskusi yang diselenggarakan palang merah Indonesia (PMI) kota Tangerang di momen HUT PMI ke-78 bersama Solusi Movement di gedung budaya kesenian Kota Tangerang yang mengambil tema “Donor Gratis pas Butuh Bayar” Minggu 17 September 2023.

BACA JUGA :   Polres Metro Kota Tangerang Dapat Penghargaan Pelayanan Prima Dari MenPan RB

Anggota DPRD Kota Tangerang Andri S. Permana yang hadir menjadi narasumber menuturkan, bahwa diperlukan keberpihakan pemerintah daerah agar kantong darah tidak berbayar yaitu melalui kebijakannya.

“Bisa donor darah gratis kantong gratis. Bisa. Jika ada intervensi pemerintah,” tegas Andri.

Ia pun meminta agar semua pihak dapat berkolaborasi dengan PMI demi kelancaran Program-program kemanusiaannya. Kelancaran program PMI saat ini ditopang oleh semangat kesukarelawanan yang berasal dari semua lapisan dan komponen masyarakat.

Berbicara soal aturan, Andri pun mendorong agar peran aktif ekskutif dapat lebih maksimal.

Pasalnya, jika kelak hadir Peraturan Daerah (Perda) soal Kepalangmerahan namun tidak didukung oleh Peraturan Wali Kota (Perwal) maka payung hukum tersebut hanya kiasan belaka.

BACA JUGA :   Naik Motor Custom Kawasaki W175 Jokowi Sambangi Pasar Anyar Tanggerang

Sementara itu, Valencia dari Blood for Life menambahkan bahwa amat bisa jika pemerintah daerahnya memberi subsidi untuk pembelian kantong darah maka sampai ke masyarakat akan tanpa biaya alias gratis.

“Di Kutai Kartanegara itu kalau kita terima kantong darah itu gratis, karena ada subsidi dari pemerintah daerahnya,” ujar Valencia.

Namun demikian ia menuturkan bahwa biaya subsidi untuk biaya pengganti pengolahan darah (BPPD) di setiap dserah tentu akan berbeda beda karena menyesuaikan dengan besaran APBD setempat.

“Jika pemkot Tangerang memiliki APBD yang besar maka saya yakin untuk BPPD bisa gratis, mudah mudahan kedepannya bisa seperti itu,” tegas Valencia.

Masih di lokasi yang sama, dr. David Sidabutar kepala UDD PMI kota Tangerang menambahkan, bahwa pembelian kantong darah merupakan biaya pengganti dari operasional untuk memeriksa setiap darah yang di donorkan.

BACA JUGA :   Dampingi Wapres Tinjau Pergerakan Tanah di Cikembar, Bupati Sukabumi Harapkan Bantuan Pusat Untuk Pemulihan Dampak Bencana

Kata David, PMI Kota Tangerang justru saat ini mengoptimalkan anggaran yang ada dengan segala keterbatasannya.

Lebih jauh ia menyampaikan serta mengajak agar peran serta masyarakat untuk berdonor terus disadari. Karena selain memberi manfaat bagi kesehatan pendonor juga membantu atau menolong nyawa manusia lainnya.

Sebagai informasi, dalam acara ini turut dihibur oleh warga binaan dari lembaga Pemasyarakatan Perempuan kelas IIA kota Tangerang. Mereka tampil dalam format grup band dengan membawakan sejumlah lagu yang membahagiakan para relawan dan pengurus PMI serta tamu yang hadir.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses