JAKARTA – Saat merayakan HUT ke-6 Satupena sekaligus acara Halal Bi Halal, Denny JA, selaku Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena menyatakan rasa bangganya karena Satupena telah menjadi tenda besar yang menjadi wadah tempat bernaungnya penulis Indonesia.
Di tengah serbuan teknologi informasi yang membuat banyak bacaan mudah diperoleh dengan gadget/handphone, nasib profesi penulis menjadi banyak yang terpinggirkan. Banyak industri penerbit buku yang tumbang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Lalu, bagaimana dengan nasib penulis?
“Saatnya penulis Indonesia Bangkit dan mampu untuk cepat beradaptasi dengan perkembangan era teknologi informasi” Kata Denny di Jakarta, Kamis (11/05/2023).
Denny yang mendapat gelar doctor of philosophy (Ph.D) dari Universitas Ohio, Amerika Serikat (2001), membeberkan ada kekayaan penulis hingga mencapai triliuner. Sayangnya, itu belum terjadi di Indonesia.
Itu sebabnya, Denny yang pernah dipilih majalah Time pada 2015 sebagai salah satu dari 30 orang paling berpengaruh di Internet, memberikan dua jalan kepada para penulis di Tanah Air untuk bisa bangkit, maju dan bersaing dengan profesi lainnya di panggung dunia.
Pertama, terkait kemampuan memiliki akses ke dunia digital. Kedua, akses untuk masuk dalam kancah ekonomi kreatif. Karena profesi penulis adalah bagian dari ekonomi kreatif. Denny pun berjanji, Satupena segera membuat festival ekonomi kreatif yang akan mempertemukan para penulis dan lingkungan usaha.
















