Ganggu Kenyamanan Warga, Proyek Pembangunan RSUD Kalideres Disoal

  • Bagikan

JAKARTA – Pekerjaan Konstruksi Pembangunan RSUD Kalideres Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang di kerjakan oleh PT.Wika Gedung Jaya Konstruksi KSO di Jalan Bedugul NA Perumahan Daan Mogot Baru Kelurahan Kalideres Kecamatan Kalideres Jakarta Barat di soal warga.

Pasalnya pengerjaan proyek tersebut sangat menganggu kenyamanan warga sekitar dan para penguna jalan yang ada di sekitaran proyek milik pemda tersebut.

Andrianus salah satu warga sekitar mengatakan bahwa proyek pembangunan RSUD Daan Mogot tersebut sangat menganggu kenyamanan dirinya dan warga sekitar.

“Kalau pas musim kering begini polusi debunya berterbangan sampai ke pemukiman warga.Kita parkir kendaraan depan rumah kita saja di selimuti debu berterbangan dari proyek itu.”kata Andrianus

BACA JUGA :   Satgas TMMD 110 Bojonegoro Tinjau Peternakan Sapi Warga

Dirinya sangat mendukung program pembangunan yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.Namun dirinya juga meninta pihak terkait untuk memikirkan dampak dari proses pembangunan itu.

“Kita sebenarnya mendukung adanya pembangunan itu ,tapi tolong dipikirkan juga dampak dari pembangunan itu,buat warga juga merasa nyaman tidak terganggu dengan aktivitas pembangunan itu.”tegasnya

Hal senada juga diungkapkan Dwi Harianto Tan selaku Ketua Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK) RW 017 Kelurahan Kalideres.

Dwi Harianto mengungkapkan,bahwa banyak warga yang komplain dengan keberadaan proyek RSUD Kalideres itu.Karena warga merasa sangat terganggu dengan kebisingan dan polusi udara dari proyek yang bekerja 24 jam itu.

“Banyak warga yang komplain ke kita,bahwa kebisingan yang berasal dari proyek itu.Selain bising karena debu yang berterbangan juga sering mengganggu arus lalu lintas sehingga menimbulkan kemacetan di sekitar situ.”kata dia

BACA JUGA :   Pemkot dan Bulog Kolaborasikan Operasi Pasar dan Vaksinasi Covid-19 

Dwi Harianto Tan menambahkan,seharusnya proyek sekelas Wika itu bisa lebih profesional dalam urusan pengerjaan proyek seperti itu agar tidak menganggu kenyamanan warga sekitar dan pengguna jalan.

“Kalau kita lihat dalam pengerjaan proyek RSUD itu pihak Kontraktor tidak mengunakan jaring pengaman polusi atau kedap polusi agar debu itu tidak berterbangan ke mana mana.Itu tidak dipasang.Selain itu Hampir separo jalan itu digunakan untuk parkir motor,sehingga sering mengakibatkan kemacetan dan menganggu penguna jalan lainnya.”tegas Dwi

Dwi menambahkan, Kita tau di sekitaran RSUD Kalideres itu banyak sekolahan yang setiap harinya ada kegiatan belajar dan mengajar yang juga merasa terganggu dengan kegiatan pembangunan itu.

“Jangan karena mengedepankan kepentingan pribadi untuk mencapai target waktu harus mengorbankan kepentingan sosial lainnya.Kita mendukung adanya pembangunan itu,tapi pihak pelaksana juga harus berlaku adil terhadap lingkungan sekitar.”ujarnya

BACA JUGA :   Bupati Sukabumi Evaluasi PPKM Darurat,Setiap Penegakan Yustisi Barengi Edukasi

Dwi juga meminta pemprov DKI Jakarta terutama Dinas Kesehatan untuk segera mengevaluasi kinerja kontraktor yang dinilainya tidak profesional dan mengabaikan kepentingan masyarakat.

Laporan Wartawan : Hery Lubis

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.