by

Kades Desa Baka Jaya Halteng Bongkar Bukit Tanpa Diketahui Masyarakat

DimensiNews.co.idHALMAHERA TENGAH.

Tak beda jauh sikap Kepala Desa Baka Jaya, Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah Laonde Usman dengan Kepala Desa Palo, Kecamatan Patani Timur yang biasa di sapa Memet. Dari informasi yang dihimpun awak media di desa Baka Jaya pada Senin (20/11/2017) awal pekan kemarin. Dimana, sejumlah masyarakat dan Ketua, anggota BPD setempat mengaku sejak pelantikan dan hampir selesainya periode Kades Baka Jaya Laonde Usman hanya seminggu berada di desa. Kades justru lebih banyak beraktifitasnya berada di Weda.

Sementara Terkait pembongkaran bukit yang berada di belakang desa itu, Kades mengaku melakukan rapat musyawarah bersama masyarakat. Namun anehnya selama sehari awak media bersama masyarakat terutama pihak BPD tidak pernah mendengar keterangan dari masyarakat seperti yang disampaikan Kades, malah yang tercover adalah Kades tak transparan dalam pengelolaan Dana Desa, setiap program kerja desa tak pernah dilakukan rapat musyawarah bersama masyarakat, bahkan pembongkaran bukit di gunung itupun tanpa pengetahuan masyarakat.

“Program di desa Bakajaya semuanya atas insiatif Kades semata. Karena sejauh ini masyarakat terutama pihak BPD tidak dilibatkan dalam segala aktivitas didesa. Bahkan anggaran Dana Desa saja tak diketahui Ketua BPD yang punya fungsi sebagai pengawasan kebijakan kepala desa. Hal ini disampaikan Ketua BPD, mantan Sekdes dan sejumlah masyarakat setempat. Oleh karena itu, diminta kepada pihak Tipikor Polres Halteng, Kejaksaan Negeri Weda dan pihak lainnya untuk meninjau desa Baka Jaya Kecamatan Patani Kabupaten Halmahera Tengah ini, jangan hanya menunggu laporan dari masyarakat, karena peran media untuk menyampaikan sejumlah informasi yang riil dilapangan. Selain pembangunan fisik yang disalah gunakan, program pemberdayaan masyarakat pun mengalami nasib yang sama, ada beberapa program pemberdayaan masyarakat yang diberikan sepihak alias pendukungnya saja, sementara yang berhak menerima tidak diberikan,” begitulah informasi yang disampaikan masyarakat, Ketua dan anggota BPD serta mantan Sekretaris Desa.

Terpisah Kepala Desa Bakajaya Laonde Usman ketika dikonfirmasi via sambungan telpon membantah seluruh pernyataan masyarakat maupun lainnya. Menurut Kades, program yang dilakukannya sudah sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

Ia juga mengatakan, terkait dengan pembongkaran bukit gunung yang dianggarkan melalui Dana Desa tahun 2016 senilai 300 juta itu dalam rangka pengembangan desa, dan soal jarang beraktivitas itu semuanya bohong.

“Kami sampai di Weda itu karena keperluan desa yang harus diselesaikan,” tegasnya singkat. (Ode)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed