Pemkab Karanganyar Galakkan Minum Jamu untuk Tangkal Corona

  • Bagikan

KARANGANYAR – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melaunching gerakan minum jamu untuk masyarakat Jawa Tengah. Kegiatan yang bertujuan untuk menindaklanjuti gerakan masyarakat hidup sehat secara preventif tersebut digelar Jum’at (18/16/21).

Selain itu, gerakan minum jamu tersebut untuk melestarikan budaya lokal dan mendorong masyarakat hidup sehat di tengah suasana pandemi covid-19 yang masih melanda. Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto mengikuti secara virtual launching tersebut di Ruang SIC Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar.

Menurut Rober Christanto, pelaksanaan gerakan minum jamu di karanganyar akan dilaksanakan bekerja sama pengusaha jamu dengan melibatkan beberapa OPD yakni Dinkes, Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi UKM serta Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata.

BACA JUGA :   Pemkab Karanganyar Jalankan Program Pager Mangkok untuk Membantu Warga Terdampak Covid-19

“Sesuai arahan Gubernur, kami akan meminta kepada pihak terkait agar membantu mengedukasi masyarakat bahwa minum jamu itu menyehatkan sehingga imun tubuh meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut Rober mengungkapkan akan menindaklanjuti himbauan Gubernur untuk menjadikan minum jamu sebagai suguhan alternatif saat rapat-rapat di masing-masing OPD.

“Kami akan terus mengedukasi masyarakat untuk menjaga kesehatan dan melaksanakan protokol kesehatan guna menangkal Corona menyebar di Karanganyar,” tandasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, seorang pedagang jamu gendong, Sumiyem menyambut baik gerakan minum jamu tersebut. Menurutnya dengan rutin minum jamu bisa meningkatkan kesehatan dan stamina tubuh.

“Alhamdulillah, semoga dengan gerakan ini pendapatan saya meningkat dan masyarakat juga sehat,” harapnya.

BACA JUGA :   KBRS.P Bersama Polsek Lakarsantri Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Dukuh Kapasan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses