oleh

Polres Gresik Ungkap Kasus Sindikat Curanmor di Enam TKP

GRESIK JATIM – Kepolisian Resort Gresik, Polda Jawa Timur, dengan dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik, Akbp Arief Fitrianto S.H., SIK, MM., menggelar ungkap Kasus Sindikat Curanmor (pencurian sepeda motor) dengan empat tersangka beserta delapan barang bukti motor hasil kejahatannya di hadapan puluhan awak media di halaman depan Mapolres Gresik, Kamis siang, (21/01/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyatakan bahwa tjga tersangka Dedi Yonata Arisandi, Achmad Khusairi dan Leonardo Kurniawan merupakan komplotan curanmor dari Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya. Mereka sudah beraksi di 6 TKP berbeda di Wilayah Kabupaten Gresik mulai dari Kecamatan Bungah, Menganti, Sidayu, Dukun, Cerme dan Driyorejo.

Dari tangan ketiganya, polisi mengamankan dua unit motor beat, satu unit motor scoopy, satu unit motor Vixion dan satu unit motor Nmax. Selain itu dua unit motor Vario yang digunakan melancarkan aksi kejahatannya.

Dari keterangan tersangka kepada wartawan, tersangka mengaku jenis kendaraan matic di jual ke penadah di kisaran harga dua jutaan, sedangkan jika jenis Vixion bisa mencapai kisaran harga tiga juta lima ratus ribu rupiah.

Sedangkan tersangka lain yakni Dika Octa Pratama warga Desa Bareng krajan, Kecamatan Taman-Sidoarjo. Residivis kasus Curat ini ditangkap petugas setelah beraksi di salah satu rumah kos di Kecamatan Driyorejo. Dimana sebelumnya, petugas telah mengantongi identitas pelaku hasil pengembangan petugas dari penadah motor hasil curiannya.

Lulusan Akpol Tahun 2001 tersebut mengimbau kepada seluruh masyarakat Khususnya Gresik, untuk bersama sama memutus rantai kejahatan di sekitar kita dengan cara tidak memberikan kesempatan kepada pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. “Mari kita bersama sama memutus rantai kejahatan dengan tidak memberi kesempatan kepada pelaku kejahatan.” tegas Kapolres.

Kapolres juga menambahkan, “jangan beri kesempatan pada pelaku dengan cara kunci jangan lupa diambil, parkir di tempat yang aman, menambah kunci pengaman, dan melengkapi lingkungan sekitar dengan CCTV, karena pengungkapan kasus ini juga diawali dengan rekaman CCTV.” Imbuh Perwira menengah dengan dua melati di pundak itu.

Saat ini pelaku beserta Barang bukti di amankan di Mapolres Gresik Guna Proses Penyidikan lebih lanjut.
“Ke empat empatnya (pelaku) kita jerat dengan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman maximal 7 tahun penjara.” Pungkas Kapolres. (by)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed