Wamen PUPR Janji Perbaiki Infrastruktur Yang Rusak Pasca Banjir di Aceh Utara

  • Bagikan
Wamen PUPR John Wempi Wetipo sedang berbincang dengan Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib di loaksi banjir

DimensiNews.co.id, ACEH UTARA – Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI John Wempi Wetipo dalam kunjungannya ke Kabupaten Aceh Utara, Selasa (8/12) lalu berjanji akan memperbaiki dan merehabilitasi sejumlah infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir di daerah itu.

Dalam kunjungannya ke Aceh Utara Wamen PUPR yang diterima langsung oleh Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib bersama Forkopimda meninjau ke beberapa lokasi titik banjir yang terparah serta melihat langsung kerusakan bendungan Krueng Pase di Desa Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, setelah itu Wamen PUPR beserta rombongan juga meninjau lokasi banjir di Lhoksukon.

“Melihat kondisi banjir serta kerusakan di bendungan di bendungan Krueng Pase, Kementerian PUPR akan membantu untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat benjir beberapa hari yang lalu,” katanya.

BACA JUGA :   Gandeng BNN, Kodim 1402/Polmas Gelar Penyuluhan Narkoba dan Tes Urine

Terkait masalah berapa jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk merehabilitasi infrastruktur yang rusak, Wamen PUPR meminta kepada Bupati Aceh Utara untuk berkoordinasi dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I tentang mekanisme kerja dan kebutuhan anggaran.

“Nanti uangnya berapa banyak dibicarakan dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I dan rencananya penanganan infrastruktur yang rusak itu akan dilakukan dalam dua tahap,” ungkap John Wempi.

Selain itu, John Wempi Wetipo juga menyebutkan, penanganan darurat mercu bendung Krueng Pase segera dilakukan setelah dilakukan kebutuhan anggaran oleh Balai Wilayah Sungai bersama Tim dari Pusat.

“Kita menggunakan surat tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Aceh Utara yang dikeluarkan oleh Bupati, surat itu kita pakai untuk pekerjaan tanggap darurat bendung Krueng Pase yang jebol,”jelasnya. 

BACA JUGA :   Menyambut Hut Ke-73, NasDem Somolo-Molo Adakan Perlombaan

Menurut Wamen, selain pekerjaan penanganan darurat, pihaknya juga akan melakukan pembangunan permanen bendung Krueng Pase yang mulai dikerjakan pada 2021. Anggaran tahap pertama dari APBN sudah dicadangkan sebesar Rp 30 miliar.

Sementara Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib pada kesempatan itu mengatakan Pemkab Aceh Utara telah melakukan tindakan maksimal dalam penanganan bencana banjir, terutama dalam evakuasi masyarakat yang terkurung banjir dan penyaluran kebutuhan bantuan logistik pengungsi.

“Sejak hari pertama banjir kita mulai penanganan. Semua sumber daya telah kita kerahkan dan siaga di beberapa titik supaya penanganan dapat berjalan maksimal,” ungkap Cek Mad, sapaan akrab Bupati Aceh Utara.

Saat ini, tambahnya, penanganan korban banjir juga fokus pada masalah kesehatan, di mana sejumlah pengungsi dikabarkan mulai diserang gatal-gatal atau penyakit kulit. Bantuan akan fokus ke beberapa kecamatan yang terdampak berat, seperti Kecamatan Lhoksukon, Pirak Timu, Matangkuli, Cot Girek dan Langkahan.

BACA JUGA :   Dugaan Pelanggaran Prokes Covid-19, DPW LSM LIRA Jatim Laporkan Gubernur ke Polda
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses