DimensiNews.co.id, BANYUWANGI – Keluhan warga Dusun Sukorejo, Desa Sukomaju Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi terkait raibnya sebagian bantuan KPM BPNT Non PKH dalam masa pandemi Covid-19 berupa uang tunai Rp 500 ribu masih berlanjut.
Raibnya nominal Rp 300 ribu dari Rp 500 ribu tersebut masih menjadi tanda tanya besar di kalangan warga.
Keluarga penerima manfaat (KPM) Isnawiyah dan Siti Romlah yang berusia lanjut dan tergolong Lansia ini hanya mendapatkan saldo dalam rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebesar 200 ribu saja.
“Saya tidak tau kalau saya dapat bantuan tunai Rp 500 ribu, biasanya sembako saja, ya Alhamdulillah bantuan tersebut berarti sekali pak, disukuri saja tapi ya itu saya ndak terima utuh pak,” ujar Isnawiyah sedih.
BACA JUGA: KKS-PKH Sempat Tertahan di BUMDes, Hak Lansia di Srono Banyuwangi Raib
“Saya diberi tau Diyati, setiap ada bantuan, saya minta tolong dia karena selain masih saudara, saya juga udah tua begini. Tapi kata Diyati, uangnya tinggal 200.000’an. Siti Romlah juga sama. Kok yo tega terhadap orang seperti kita ini,” sesalnya.
Ditemui terpisah, selang beberapa menit berbincang dengan ketua BUMDes, Manshur kemudian menghubungi Pendik, sebagai pendamping BPNT/Non PKH Srono, Banyuwangi.
“Ini mas, saya lagi di Bank mengusus struk rekening Koran penerima BPNT/BST, biar tahu larinya kemana. Hasilnya saya kirimi foto/gambar ke sampean ya,” terang Pendik melalui sambungan selulernya.
Namun hingga berita ini ditayangkan, Pendik selaku pendamping BPNT/Non PKH Kecamatan Srono terkesan tidak koperatif saat ditanya terkait permasalahan ini.
Ketika awak media mengajak bertemu di Kantor Balai desa Sukomaju, Pendik meyatakan bahwa dirinya tidak bisa dikarenakan masih bekerja sebagai produksi di wilayah Rogojampi, namun saat ditanya melalui selulernya dirinya juga merasa keberatan.
“Kalau ingin wawancara terkait BPNT temui saya saja pak, tapi ini wawancara bukan konfirmasi lho. Kalau lewat telepon saya ndak bisa, dan saya punya hak tolak,” ujarnya via selulernya.*(bayu)
















